11 Demonstran Perusak Kantor Kemendagri Jadi Tersangka

Puluhan massa pendukung salah satu calon di Pilkada Tolikara mengamuk di Kantor Kemendagri dan merusak fasilitas umum serta menganiaya sejumlah orang, Rabu (11/10).

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Penyidik Polda Metro Jaya menetapkan 11 tersangka pelaku peruakan Kantor Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Rabu (11/10). Salah seorang tersangka merupakan pemimpin pendemo dari Barisan Merah Putih Papua Wati Martha Kogoya.

“11 orang kita naikkan statusnya menjadi tersangka sesuai dengan peran dan saksi dari temannya,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono di Jakarta, Kamis (12/10).

Sementara empat orang lain yang turut diamankan dalam kerusuhan kemarin hanya sebagai saksi. Argo mengatakan para saksi menyampaikan para tersangka telah melakukan penganiayaan dan pengrusakan terhadap fasilitas umum di Gedung Kemendagri RI.

Argo menuturkan para pendemo itu bertindak secara spontan dan telah menempati Gedung Kemendagri RI sejak dua bulan lalu. Ia menyebutkan pengunjuk rasa meminta kepastian dari Kemendagri RI terkait perbedaan pendapat soal sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada salah satu kabupaten di Provinsi Papua.

Sebelumnya, Barisan Merah Putih Papua pimpinan Wati Martha Kogoya mengawasi dan melakukan sweeping terhadap tamu asal Papua, mereka dilarang masuk ke Kemendagri RI pada Rabu (11/10). Selanjutnya, massa Spontanitas Negeri Masyarakat Yapen, Intan Jaya dan Tolikara Papua pimpinan Absalom Manianj mendatangi Kemendagri bertujuan menyikapi putusan sidang Mahkamah Konstitusi (MK).

Massa diduga tidak sabar menunggu pejabat Direktorat Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri yang hendak menemui untuk menyampaikan aspirasinya. Kemudian massa beranjak keluar gedung pertemuan seraya berteriak menuntut ditemui Mendagri Tjahjo Kumolo.

“Menteri harus turun sekarang juga”.

Aksi berubah anarkhis saat sekitar 30 orang pendemo menerobos masuk ke pintu kantor dan  menganiaya sejumlah orang pegawai Kemendagri serta merusak fasilitas umum. (Baca: Massa Rusak Kantor Kemendagri, 15 Orang Terluka, Belasan Pelaku Ditangkap).

Tercatat 10 orang petugas mengalami luka akibat penganiayaan dan kerusakan seperti pot bunga, kaca pintu Gedung F Kemendagri, kaca di atas pintu Gedung B, kendaraan dinas pejabat Kemendari nomor polisi B-1081-RFW dan kaca belakang mobil D-1704-ACZ.

Putusan MK itu terkait PHP Kabupaten Intan Jaya Provinsi Papua yang meminta pembentukan Tim Investigasi kasus Pilkada 2017 pada lima kabupaten. (ant/nad)