15 Terpidana Mati Siap Dieksekusi di Nusakambangan

nusakambanganGLOBALINDO.CO, SEMARANG – Sedikitnya 15 terpidana mati siap menjalani eksekusi yang akan dilakukan di Nusakambangan. Meski begitu, hingga kini Jaksa Agung HM Prasetyo masih menutup rapat nama-nama yang akan dieksekusi mati itu.

Meski begitu, pihak kepolisian telah menyiapkan 150 anggotanya untuk menjadi eksekutor mati 15 orang.

“Saya pernah sampaikan 13 terpidana mati yang akan dieksekusi, sekarang jadi 15 orang. Itu informasi terbaru dari Kejaksaan yang diterima Brimob. Jadi eksekutornya berjumlah 150 penembak,” kata Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Liliek Darmanto, Selasa (10/5/2016).

Selain regu tembak, ada juga tim Brimob di luar 150 personel tersebut yang bertugas memegang senter. Polda Jateng juga mengerahkan anggota Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Dokkes). Dokter dari kepolisian dalam eksekusi berperan memastikan terpidana sudah benar-benar tewas.

“Informasi terbaru itu, 15 yang akan dieksekusi,” tegas Kombes Pol Lilik.

Saat ini, regu tembak sudah siap dengan latihannya, selain itu ada pendampingan khusus jelang eksekusi yaitu untuk kerohanian agar mental regu tembak siap untuk melakukan eksekusi.

“Sekarang latihan ada juga program khusus kerohanian bagi regu tembak,” tandas Liliek

“Pasukannya yang pengalaman melaksanakan (eksekusi) sebelumnya,” imbuh Liliek.

Terkait kapan waktu pelaksanaan eksekusi, Liliek menegaskan belum ada tanggal pastinya. Prinsipnya Polda Jawa Tengah siap kapanpun jika ada perintah eksekusi.

“Pelaksanaannya belum ada tanggal pastinya. Dimungkinkan pertengahan Mei,” pungkasnya.

Sebagian nama yang santer disebut akan dieksekusi mati adalah kelompok Tangerang Nine, yaitu sembilan orang yang dihukum mati karena membuat pabrik narkoba terbesar ketiga di dunia di Tangerang. Ketua kelompok Tangerang Nine, Benny Sudrajat kembali mengendalikan jaringannya untuk membuat pabrik narkoba dari balik jeruji besi.(dtc/ziz)