16 Anak Terpilih Surabaya Dapat Beasiswa di Bidang Teknik Perawatan Pesawat

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat melepas 16 anak yang akan memperoleh pendidikan dan pelatihan di bidang teknik perawatan pesawat terbang.

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat melepas 16 anak yang akan memperoleh pendidikan dan pelatihan di bidang teknik perawatan pesawat terbang.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sebanyak 16 anak-anak terbaik di Surabaya, akan memperoleh pendidikan dan pelatihan di bidang teknik perawatan pesawat terbang. Beasiswa ini merupakan bagian dari kerja sama antara pemerintah kota Surabaya dengan Garuda Indonesia bersama anak usahanya, PT Garuda Maintenance Facilities AeroAsia (GMF)

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini menyatakan, 16 anak-anak yang terpilih dari 500 anak yang mengikuti seleksi tersebut, berasal dari keluarga kurang mampu. Ada yang orang tuanya merupakan warga terdampak penutupan lokaslisasi, ada yang bekerja sebagai juru parkir, tukang siomay, tukang potong rambut, juga sopir.

Tri Rismaharini, berpesan kepada anak-anak tersebut untuk tabah dan bersemangat ketika menjalani pendidikan. Dan kelak, ketika sudah bekerja, mereka diimbau untuk membantu orang tua, keluarga dan juga tetangga.

“Insya Allah kalian bisa mengangkat derajat orang tua. Pesan ibu, jadilah peserta pendidikan yang baik, kalau bisa jadilah yang terbaik. Berikanlah yang terbaik untuk orang tua. Kalian yang terpilih di antara 500 orang,” pesan Bu Risma.

Faydlir Rachman (18 tahun), salah satu anak Surabaya yang terpilih mengikuti pelatihan mengatakan, awalnya dirinya didata oleh Dinas Sosial (Dinsos) Kota Surabaya dan diberitahu bila ada beasiswa dari Garuda Indonesia. Setelah itu, lulusan SMK Negeri 2 jurusan listrik ini kemudian mengikuti serangkaian tes. Meliputi tes fisik, psikotes, wawancara dan tes TOEFL.

“Awalnya mau kuliah jurusan elektro tetapi tidak punya biaya. Lalu ada pemberitahuan dari Dinsoa untuk mengikuti beasiswa dari Garuda Indonesia. Alhamdulilah bisa masuk,” ujarnya.

Warga Manukan Kulon ini mengaku siap bila kelak bekerja ditempatkan di manapun. Apalagi, kedua orang tuanya, Ismono dan Siti Halimatusa’diyah juga mendukung dan memberikan restu doa.

“Saya siap ditempatkan di mana saja,” sambungnya.

Sementara Direktur Utama GMF, Juliandra Nurtjahjo mengatakan, melalui kerja sama ini, GMF akan membuka kesempatan bagi siswa-siswi berprestasi di Surabaya khususnya dari kaangan kurang mampu untuk memperoleh pendidikan dan pelatihan di bidang teknik pesawat terbang guna menciptakan tenaga kerja yang terdidik dan terampil di dunia perawatan pesawat terbang.

“Kami mengawalinya dengan menyeleksi siswa-siswi terbaik Surabaya bersama Pemerintah Kota Surabaya kemudian diberikan pendidikan teknik perawatan pesawat terbang, untuk ke depannya para siswa-siswi yang telah lulus pendidikan akan kami beri kesempatan berkarir di GMF,” pungkas Juliandra Nurtjahjo.(bmb/gbi)