18 Terpidana Mati Dieksekusi Setelah Bulan Puasa

Fredy Budiman, salah satu gembong narkoba yang divonis hukuman mati.

Fredy Budiman, salah satu gembong narkoba yang divonis hukuman mati.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Kejaksaan Agung tengah bersiap mengeksekusi 18 terpidana mati, paling cepat setelah bulan ramadhan ini.

Saat ini, ada 58 terpidana mati kasus narkoba dan 152 orang untuk kejahatan lainnya. Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan, ke-18 orang yang akan dieksekusi mati tahun ini merupakan  terpidana kasus narkoba.

“Semua eksekusi mati akan dilakukan bertahap,” kata Jaksa Agung H. M. Prasetyo di Gedung Dewan Perwakilan Rakyat, Jakarta, Senin (13/6).

Menurut Prasetyo, selama ini eksekusi mati kerap tertunda lantaran memprioritaskan anggaran untuk sektor ekonomi.

“Kami memahami eksekusi mengganggu sektor ekonomi,” paparnya. Prasetyo menuturkan eksekusi mati tahap ketiga akan dilakukan setelah Ramadan.

“Mudah-mudahan tidak ada perubahan,” imbuhnya.

Eksekusi akan berlangsung di Lembaga Pemasyarakatan Nusakambangan bagi narapidana yang sudah ditempatkan di sana. Kejagung masih mempertimbangkan beberapa orang yang akan dieksekusi pada jilid ketiga mendatang.

“Kami tetap berikan sinyal perang terhadap narkoba,” tuturnya.

Untuk tahun 2017, Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan Bambang Waluyo mengatakan lembaganya membutuhkan Rp 463,3 miliar guna penanganan dan penyelesaian pidana umum.

“Perkiraan terpidana mati 30 perkara, dan penyelesaian di seluruh Indonesia 116 ribu perkara,” ujarnya dalam rapat kerja bersama Komisi Hukum Dewan Perwakilan Rakyat. (ant/gbi)