2.500 Jamaah Haji dari Jawa Timur Lanjut Usia

Ilustrasi keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) ke tanah suci.

Ilustrasi keberangkatan Jamaah Calon Haji (JCH) ke tanah suci.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Jumlah Jamaah Calon Haji (JCH) asal Jawa Timur yang lanjut usia (Lansia) ternyata cukup banyak. Dari 28 ribu yang berangkat ke tanah suci, terdapat 2.500 JCH berusia antara 70-90 tahun.

Wakil Gubernur Jawa timur, Syaifulah Yusuf mengkatakan, besarnya jumlah lansia dalam rombongsn ibadah haji tahun ini karena kebijakan pemerintah mendahulukan yang lanjut usia.

Namun, Syaifulah Yusuf optimis para lansia sangat siap menjalankan ibadah haji. Hanya saja, ia mengingatkan, setelah ibadah di arofah, para jamaah mengatur ritme ibadah sesuai dengan kemampuan fisiknya.

“Karena statistic kesehatan jamaah sakit setelah di Arofah,” kata Syaifullah Yusuf, Rabu (10/8/2016).

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan para calon jemaah haji yang akan berangkat ke tanah suci saat berada di asrama haji sukolilo untuk menjaga kesehatannnya. Pasalnya, Cuaca di arab Saudi cukup panas.

Saat musim haji saat ini, suhu udara mencapai 52 derajat celcius. Temperatur tersebut terpaut jauh dengan suhu di Indonesia yang rata-rata 30 derajat celcius lebih.

“Kalau orang Maduara sudah terbiasa, karena tinggalnya jejer (dekat) garam,” canda Gus Ipul, sapaannya.

Wagub yakin, dengan kondisi cuaca apapun, jika para jamamah mengharap perlindungan Allah semuanya akan bisa berjalan dengan lancar.

“Banyak contoh, yang sakit bisa menjadi sembuh, yang sepuh (lanjut usia) sanggup menjalankan ibadah dengan lancar, syaratnya hatinya gembira,” tuturnya.

Calon Jamaah haji yang hari ini, berangkat te tanah suci, adalah Kelompok Terbang (Kloter) 2. Dengan jamaah dari Pamekasan, Sumenep dan Surabaya.

Wagub Jatim ini mengungkapkan, di kloter 2, ada dua jamaah yang tertunda keberangkatannya karena terdapat perbedaan nama pada paspornya. Keduanya berasal dari Madura.

“Untuk penyelesainnya, akan dituntaskan melalui pengadilan terlebih dahulu,” jelas Gus Ipul.

Sedangkan untuk visa bagi para jamaah calon haji, dari sekitar 28 ribu jemaah yang berangkat ke tanah suci, sekitar 18 ribu yang sudah selesai.

“Selebihnya akan terus bertamah tiap harinya. Jadi gak masalah,” pungkas Gus Ipul. (bmb/gbi)