2000 Pecinta Sepeda Kuno Meriahkan HJKS 723

No comment 341 views
Ilustrasi jambore sepeda kuno

Ilustrasi jambore sepeda kuno

GLOBALINDO.CO, SURABAYA –Sedikitnya dua ribu peminat sepeda kuno dari berbagai komunitas sepeda kuno di nusantara, akan berkumpul di Kota Surabaya pada akhir pekan ini. Mereka akan mengelilingi ruas-ruas jalan di Kota Pahlawan pada 21-22 Mei 2016.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Surabaya, M Afghany Wardhana mengatakan, kegiatan itu sebagai bagian dari kegiatan jambore sepeda kuno dan ngontel bareng. Kegiatan jambore sepeda kuno yang digagas Dinas Pemuda Olahraga (Dispora) Kota Surabaya, bekerja sama dengan Komunitas Sepeda Tua Indonesia (Kosti) Korwil Jawa Timur ini merupakan rangkaian acara untuk memeriahkan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-723.

“Kegiatan positif dan rekreatif ini menjadi wadah untuk mempererat komunitas sepeda kuno di Indonesia. Juga diharapkan mampu membangkitkan nasionalisme. Karena pesertanya nanti akan memakai kostum pejuang,” ujar Afghany, Rabu (18/5).

Afghany menjelaskan, sehari sebelum iring-iringan sepeda digelar pada Minggu (22/5) pagi, terlebih dulu Dispora bersama Kosti akan menggelar acara hiburan. Juga ada lomba peserta terunik (pakaian dan sepedanya), juga lomba orisinalitas sepeda kuno.

“Sabtu malam ada acara hiburan, baru Minggu pagi mulai ngontel barengnya,” kata dia.

Acara nggowes bareng sepeda kuno tersebut akan mengambil start di depan Taman Mundu (Stadion Gelora 10 Nopember). Dari Taman Mundu, rutenya akan menuju Undaan, berlanjut ke JMP, lalu Kya-Kya lurus ke Kapasan-RSu Soewandhi dan finsih kembali di Taman Mundu. Rute yang ditempuh mencapai 14 kilometer.

Muharom dari Kosti mengatakan, pesertajambore berasal dari berbagai kota di Indonesia. Diantaranya dari Pasuruan, Blitar, Kediri, juga beberapa kota dari luar Jawa Timur. Beberapa peserta bahkan sudah hadir di Surabaya.

Bahkan, sambung dia, peserta jambore ada yang berangkat dari kotanya dengan ngonthel sepeda kuno. Seperti 200 peserta dari Mojokerto dan 25 peserta dari Pasuruan.

“Ini istimewa buat Surabaya. Biasanya mereka naik truk. Ini bagus untuk menjalin silaturrahmi. Juga untuk menapaktilasi Surabaya sebagai kota pahlawan,” ujarnya.(bmb/gbi)