Diwarnai Video Viral Keributan Antre Tiket, Persebaya Tundukkan Madura United

oleh
Selbrasi pemain Persebaya Ferinando Pahabol usai melesakkan gol tunggal ke gawang Madura United pad alaga terakhir Grup C Piala Presiden di Gelora bUng Tomo, Surabaya, MinggIu (28/1).

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Publik sempat menyalahartikan keributan yang merwarnai antrean suporter Persebaya Surabaya, bonek di Maspion Square Jalan A Yani No 73 Surabaya, Jumat (28/1) lalu, sebagai aksi anarkhis. Salah persepsi terjadi lantaran rekaman video aksi saling dorong antar suporter bonek mengantre tiket itu menjadi viral di media sosial sesaat sebelum laga tim Bajul Ijo, julukan Persebaya kontra Madura United pertandingan terakhir fase penyisihan Grup C Piala Presiden 2018 di Gelora Bung Tomo, Kota Surabaya Minggu (28/1).

“Kejadian itu hari Jumat, 26 Januari kemarin, sekitar pukul 13.50 WIB,” tutur Camat Wonocolo Denny Christupel Tupamahu saat dikonfirmasi, Minggu (28/1).

Denny menceritakan, awalnya suasananya masih kondusif. Namun, mendadak jadi agak panas setelah para suporter mengantre terlalu lama.

“Aksi dorong mendorong ini semakin panas setelah memasuki pukul 14.00 WIB,” katanya.

Menurutnya, aksi saling dorong ini terjadi karena banyak bonek yang terus datang ingin membeli tiket untuk pertandingan Persebaya melawan Madura United yang bertanding hari ini.

“Kami bersama sejumlah petugas polisi dan tentara ikut mengamankan dan menenangkan jalannya penjualan tiket,” tuturnya.

Ketegangan baru mereda setelah panitia membuka sejumlah konter penjualan tiket baru di area pusat perbelanjaan Giant, A Yani-Margorejo Surabaya.

Terpisah, Manager Store Giant Hero Grup Surabaya, April Wahyu Widati menyampaikan bahwa, penjualan tiket Persebaya Surabaya versus Madura United di Giant Margerejo, Jalan A. Yani Surabaya, pada awalnya aman. Hanya karena tiket datang telat, sehingga suporter panik dan khawatir tidak kebagian tiket.

“Alhamdulillah semua bisa teratasi berkat kesigaban team toko dan dibantu aparat kepolisian,” ungkapnya.

April menegaskan, kalau ada informasi tentang penjarahan atau pengerusakan, itu tidak benar. Karena semua berjalan aman dan dipastikan sesaat setelah selesai penjualan tiket, toko kami kembali beroperasi dengan normal.

“Dengan ini, kami mengklarifikasi bahwa tidak ada penjarahan. Jika ada video yang memperlihatkan orang berlarian, itu adalah mereka yang khawatir tidak kebagian. Tapi setelah kami berikan penjelasan para bonek dan bonita bisa memahami,” katanya.

Dalam rekaman yang viral terlihat puluhan orang merangsek masuk ke dalam supermarket di dalam Maspion Square. Mereka berlarian ke segala penjuru arah di dalam supermarket.

Sejumlah orang hanya diam menyaksikan, ada juga yang merekam aksi berutal yang diduga dilakukan bonek itu.  “Boneknya ngamuk, acak-acak Maspion,” suara wanita terdengar dalam rekaman tersebut.

Persebaya Melaju ke 8 besar

Sementara dalam laga yang berlangsung di Gelora Bung Tomo sore tadi, Persebaya menundukkan Madura United dengan skor tipis, 1-0.

Sementara dalam laga yang berlangsung di Gelora Bung Tomo sore tadi, Persebaya menundukkan Madura United dengan skor tipis, 1-0. Gol tunggal dicetak gol tunggal Ferinando Pahabol lewat tendangan keras dari luar kotak penalti pada menit ke-29.

Atas hasil ini, Persebaya mengudeta posisi puncak klasemen Grup C yang sebelumnya ditempati Madura United.

Dengan hasil ini, Persebaya mengumpulkan tujuh poin hasil sekali imbang dan dua kali menang untuk melaju ke delapan besar Piala Presiden 2018. Laskar Sapeh Kerrab turun ke peringkat dua, tetap dengan enam poin hasil dua kali kemenangan dan sekali kalah.  (put/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *