Menguak Kesalahan Spesifikasi dan Mutu Rendah Konstruksi Underpass Bandara

oleh
Petugas (kiri) memeriksa tembok beton undrpas kereta api Jalan Perimeter Selatan Bandar Soekarno-Hatta yang patah dan ambruk (kanan) hingga menelan satu korban jiwa, Senin (5/2).

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Insiden robohnya  tembok sepanjang 20 meter di sisi terowongan (underpass) kereta api bandara Soekarno-Hatta Jalan Perimeter Selatan KM8+6/7 menyingkap masalah yang selama ini tertutup rapat. Kualitas kontruksi yang rendah dan tidak sesuai spesifikasi teknik diindikasi kuat  menjadi penyebab rapuhnya tembok beton yang  ambruk setelah diguyur hujan deras pada, Senin (6/2/) petang.

Sejumlah ahli dan pengamat konstruksi bangunan menyimpulkan ada tiga indikasi rendahnya kualitas dan spesifikasi teknis yang menyebabkan rapuhnya beton tembok underpass kereta api Bandara Soekarno-Hatta. Proyek ini underpass kereta api Bandara Soekarno-Hatta dikerjakan oleh kontraktor BUMN, PT Waskita Karya.

Pertama kesalahan bisa terjadi sejak perencanaan proyek pembangunannya. Dalam hal ini, kontraktor perencana yang juga dipegang PT Waskita Karya tidak tepat atau sengaja mengubah beban desain dari sepktek yang sudah dikeluarkan Kementerian PU-PR.

“Kemungkinan beban desain hujannya itu melampaui beban desain yang disepakati,” kata Ketua Himpunan Ahli Konstruksi Indonesia Drajad Hoedajanto.

Drajad menjelaskan setiap proyek konstruksi memiliki perencanaan pembangunan yang salah satunya disebut perhitungan beban desain. Beban desain itu misalnya kekuatan konstruksi bangunan menanggung curah hujan.

“Misalnya harus diperhitungan terhadap hujan lima tahun atau hujan 10 tahun, kalau kebetulan hujan yang datang 15 tahun atau 10 tahun tentu lebih besar kan. Nah itu bisa terjadi demikian (insiden),” jelasnya.

Indikasi kedua masih terkait dengan beban desain, namun dari sisi pelaksanannya. Konstruksi beton tembok underpass tetap rapuh apabila spesifikasi teknis dalam beban desainnya tidak terealisasi. Artinya ada kemungkinan kontraktor pelaksana lapangan sengaja mengurangi kuantitas, ukuran, jenis material atau jangka waktu kekuatan  konstruksi beton.

Drajad mencontohkan, apabila spesifikasi teknik beban desain beton disepakati berkekuatan tekan silinde 35 mega paskal, tapi saat proses pengecoran mendadak hujan sehingga beton yang belum mengeras tercampur air dan membuat perhitungan teknik melenceng. Dengan demikian, kondisi cuaca juga harus diperhitungkan dalam pelaksanaan pembangunan proyek konstruksi.

“Kemungkinan besar hujan yang deras itu menambah tekanan lateral pada dinding yang ada sehingga akibatnya kemudian jebol,” terang Dradjad.

Menurut Drajad, curah hujan sebenarnya dapat diantisipasi, tergantung dari kesepakatan pada waktu perencanaan curah hujan untuk konstruksi underpass tersebut. Meskipun, seandainya curah hujan yang lebat memang melebihi dari yang ditargetkan dari perencanaan pembangunan dinding underpass bandara tersebut, sehingga terjadi longsor.

“Ada istilah hujan lima tahun, hujan 10 tahun dan sebagainya. Ini yang jadi kriteria desain ini untuk yang berapa tahun? Kalau kemudian hujannya jadi melampaui kriteria itu, mungkin saja akibatnya seperti yang terjadi di lapangan,” papar Drajad.

Faktor ketiga, rendahnya kualitas beton tmbok underpass kereta api Bandara Soetta bisa dilihat dari  perhitungan struktur beban. Drajad mengatakan setiap proyek juga memiliki perhitungan kriterian material bangunan yang dibutuhkan.

Kriteria itu ditentukan berdasarkan disiplin ilmu yang digunakan oleh masing-masing pemegang proyek. Namun Drajad enggan berspekulasi faktor apa yang menjadi penyebab utamanya insiden di kawasan Bandara Soekarno—Hatta.

Hal itu, menurut Dradjat, biasanya terjadi karena ada kelalaian pekerja saat pemasangan serta pengecekan yang kurang saksama. Hanya, ia menegaskan untuk mengetahui penyebab rubuhnya suatu konstruksi harus dilihat betul semua data-data yang ada.

Dradjad mengemukakan, perhitungan konstruksi beton bertulang yang digunakan untuk penahan dinding pelaksanaan dan detil pemasangannya harus dilakukan secara detil. Apabila detilnya tidak benar, kekuatan penahannya tidak sesuai dengan yang direncanakan.

“Pengaturan tulangannya harus benar. Dibelokannya harus dalam posisi yang tepat. Dengan belokan yang tepat, kemudian panjangnya harus tepat kalau itu tidak sesuai. Misalnya panjangnya dibengkokkan 10×3 meter, kemudian hanya terpasang 5×3 meter, maka kekuatannya tidak sesuai dengan perencanaan,” paparnya.

Akibat Kegagalan Konstruksi

Analisa Drajad tadi diamini Asosiasi Kontraktor Indonesia. Asosiasi bahkan langsung menyimpulkan jika  proyek dinding lintas bawah atau underpass di Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno-Hatta termasuk dalam kegagalan konstruksi.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Kontraktor Indonesia Joseph Pangalila menilai, kegagalan konstruksi itu terjadi bukan karena waktu pekerjaan proyek yang sebentar. Pasalnya, pekerjaan itu sesuai dengan standardoperating & procedure dan waktu yang ditentukan.

“Jadi, walaupun waktunya ketat, desain, pelaksanaan konstruksi, maupun budaya safetyharus selalu menjadi acuan yang utama,” kata Joseph.

Lintas bawah tersebut mulai digunakan sejak November 2017 dan dibuat sebagai akses jalan kendaraan mobil dan motor di Jalan Perimeter. Joseph menuturkan kegagalan konstruksi tembok underpass bandara Soetta itu perlu dikaji ulang secara menyeluruh.

“Investigasi, apakah dari sisi desain atau dari sisi pelaksana konstruksinya. Kalau sanksi kewenangannya kan ada di (Kementerian) PUPR, tapi kalau diinvestigasi dan ada kelalaian, bisa diminta pertanggungjawabannya,” ujar Joseph.

Insiden longsor memang mengakibatkan dua orang karyawan Garuda Maintenance Facility (GMF) Aeroasia terjebak selama lebih dari sembilan jam. Setelah berhasil dievakuasi pada pukul 03.00 WIB dini hari tadi, korban bernama Mukhmainah Syamsudin (24) saat ini tengah menjalani perawatan insentif di rumah sakit. Sementara korban satunya lagi, yakni Dianti Dyah Ayu Cahyani Putri, meninggal dunia setelah diselamatkan Basarnas.

Material longsoran akibat ambruknya tembok beton underpass kereta api Bandara Soekarno-Hatta yang menimbun sejumlah orang.

Kejanggalan dalam kontruksi rupanya juga dicurigai pihak kepolisian. Kapolres Bandara Soekarno-Hatta, Kombes Akhmad Yusep Gunawan, mengatakan pihaknya dibantu Puslabfor Polri masih melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan memeriksa para saksi.

Menurut Kombes Akhmad, nantinya keterangan para saksi akan disingkronkan dengan alat bukti lain yang terkait dengan hasil temuan Puslabfor di lapangan.

“Kita juga akan melakukan penyitaan terhadap dokumen yang dimiliki oleh pihak Waskita untuk kita pelajari dalam proses penyelidikan ini,” tegasnya.

PT Waskita dan PT KAI Kompak Bantah Konstruksi Gagal

Senior Manajer Humas Daops 1 PT Kereta Api Indonesia (KAI) Edy Kuswoyo mengklaim tak ada persoalan teknis konstruksi dalam insinden tanah longsor dan tembok roboh di kawasan Bandara Soekarno—Hatta.

“Disebabkan karena bencana alam karena curah hujan terjadinya longsor,” ujar Edy.

Edy mengatakan sejak insiden terjadi, PT KAI menghentikan pelayanan kereta api bandara hingga prasarana yang ada selesai diperbaiki. Ia enggan menyebut berapa besar kerugian yang dialamai PT KAI dari insiden ini. “Kami tidak melihat kerugian dan keuntungan,” ujar Edy.

Hingga saat ini PT KAI belum mendapat keterangan resmi dari PT Waskita Karya selaku pemegang proyek. Edy hanya memastikan PT KAI akan memberikan santunan bagi para korban. “Dari kereta api akan berikan santunan dengan besaran yang belum ditentukan,” katanya.

Sementara pihak PT Waskita Karya tak mau terburu mengakui robohnya tembok beton underpass Jalan Perimeter Selatan Bandara Soekarno Hatta karena kesalahan konstruksi. Perusahaan plat merah itu mengatakan masih menyelidiki penyebab terjadinya insiden.

“Kalau untuk penyebabnya, kami sedang melakukan investigasi menyeluruh,” kata Corporate Secretary PT Waskita Karya Shastia Hadiarti melalui pesan singkat.

Waskita Karya juga mengucapkan bela sungkawa ke para korban. “Kami Waskita menyampaikan turut berduka cita,” kata Manajer Humas Waskita Karya, Poppy Sukma. (ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *