Tangis Sesal Pengedar Sabu Peluk Bayinya di Ruang Sidang, Sang Istri Memohon Hukuman Ringan

oleh
Terdakwa kasus narkoba, Heru Setiawan Bin Hoo Kok Swie dengan tangan diborgol sambil menangis memeluk dan menciumi bayinya berusia 8 bulan di ruang sidang PN Surabaya, Rabu (14/2).

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Nuansa ruang sidang Kartika Pengadilan Negeri Surabaya seketika mengharu saat terdakwa kasus narkoba, Heru Setiawan Bin Hoo Kok Swie tak kuasa menahan cucuran airmata. Tangis warga Jalan Darmo Permai III Surabaya ini pecah di ruang sidang saat melihat anaknya yang masih berusia 8 bulan ikut memantau jalannya persidangan.

Terdakwa semakn terisak ketika memeluk buah hatinya yang duduk dipangkuan kakak perempuannya. Dengan kedua tangan yang diborgol, tampak berkali-kali terdakwa mencium buah hati sambil meneteskan air mata.

Empat anak bersama istri terdakwa hadir dalam persidangan dengan agenda pembacaan dakwaan. Heru didakwa atas kepemilikan 1,17 gram sabu.

Suasana ruang sidang menjadi semakin iba ketika istri terdakwa bernama Lusi memohon seraya menangis terisak kepada jaksa agar mengajukan tunutuan ringan kepada suaminya. Lusi mengaku akan menemui banyak kesulitan mengurus empat anaknya karena harus memenuhi kebutuhan hidup mereka hanya dari penghasilannya berjualan nasi bungkus.

“Pak Jaksa tolong jangan hukum berat suami saya pak,” ucap Lusi.

Sementara JPU Kejari Surabaya, Kisno mengaku tak bisa begitu saja mengabulkan permohonan Lusi, meskipun ia merasa iba melihat pemandangan harus keluarga terdakwa. Kisno mengatakan hanya menjalankan tugasnya sebagai penegak hukum.

“Saya tidak bisa bantu dan Saya tak tega melihatnya. Tapi gimana lagi, itu dampak akibat dari perilaku terdakwa sendiri,” ujar jaksa Kisno.

Dalam dakwaannya, jaksa menjerat terdakwa Heru Setiawan dengan pasal 114 ayat (1) UU RI No. 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Sekadar mengingatkan, Heru ditangkap jajaran Satreskoba Polrestabes Surabaya di tempat tinggalnya, Apartemen Puncak Permai Tower A Jln. Darmo Permai III No. 82 pada Kamis 23 Nopember 2017 lalu. Terdakwa ditangkap karena mengedarkan dan menjadi perantara jual beli sabu.

Dalam penggerebekan, petugas menemukan 1,17 gram sabu yang dibungkus dalam dua plastik klip. Penangkapan Heru berdasar laporan dari masyarakat. (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *