Video PKB Dukung Khofifah Viral, Cak Imin Geram

oleh
Kampanye Khofifah Indar Parawansa di Pilgub Jatim 2013 lalu berpasangan dengan Herman Sumawiredja dan didukung PKB. Baru-baru ini, video dukungan PKB untuk Khofifah di Pilgub 2013 lalu beredar luas di medisa sosial.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Pertempuran antar mesin politik dan tim sukses calon Gubernur Jawa Timur di Pilkada Serentak 2018 melalui serangan viral di media sosial mulai berteberan. Paling gres,  mesin politik pasangan Saifulah Yusuf-Puti Guntur Soekarno digembosi lewat video viral yang mempertontonkan dukungan Partai Kebangkitan Bangsa kepada Khofifah Indar Parawansa sebagai calon gubernur di Pilgub Jatim 2013 lalu.

Video ini menyebar di media sosial dan grup WhatsApp selama beberapa pekan terakhir. Sontak, viralnya video lama ini memantik kegeraman Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yan para Pilgub Jatim kali ini mengusung Gus Ipul –panggilan akrab Saifullah Yusuf-.

Muhaimin mengakui, video ini mempengaruhi persepsi kader partainya di akar rumput. Menurutnya, banyak kader di bawah yang kebingungan soal siapa sejatinya calon yang didukung PKB.

“Itu video lama. Pada 2014 memang PKB menjadi pengusung utama Khofifah untuk cagub Jatim,” kata politisi yang akrab disapa Cak Imin usai konsolidasi PKB se-Jatim di Surabaya, Jumat (16/2).

Makanya, Cak Imin kembali harus menegaskan sikap politik partainya dalam Pilkada Jatim 2018. Ia menyatakan, PKB tetap Gus Ipul-Puti Soekarno.

Cak Imin menyatakan, berdasarkan hasil penelusuran tim PKB di Banyuwangi, Jawa Timur, video itu diduga disebar oleh tim pemenangan pasangan Khofifah Indar Parawansah-Emil Elistyanto Dardak yang merupakan pesaing utama pasangan Gus Ipul-Puti Soekarno.

Namun, hingga saat ini belum ada penjelasan dari tim pemenangan Khofifah-Emil Dardak. Saat ini, tim PKB juga sedang mengumpulkan barang bukti untuk menyusun laporan.

“Saat ini sedang dibahas akan dilaporkan ke polisi atau Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu,” ujar Cak Imin.

PKB saat ini juga sedang membuat video klarifikasi dan bantahan atas beredarnya video tersebut. Video klarifikasi dibuat agar calon pemilih tidak semakin resah dan bingung.

“Ini namanya kampanye manipulatif. Sama dengan kampanye hitam,” ucap mantan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini. (kc/bmb)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *