Diduga Terima Suap Rp 2,3 Miliar, Bupati Kebumen Ditahan

oleh
Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad mulai mengenakan rompi oranye usai diperiksa, Senin (19/2). Yahya akan mendekam di Rutan KPK selama 20 hari ke depan.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) langsung menahan Bupati Kebumen Muhammad Yahya Fuad usai diperiksa selaku tersangka suap sejumlah proyek hingga total Rp 2,3 miliar. Yahya disangkakan menerima suap dari Dirut PT KAK Khayub Muhamad Lutfi yang menggarap proyek RSUD Prembun Kebumen.

Keluar dari Gedung KPK, Yahya telah mengenakan seragam tahanan berwarna oranye. Kepada wartawan, ia mengaku sudah menjelaskan semua kepada penyidik KPK terkait kasus yang menjeratnya.

“Jadi sudah diperiksa. Intinya nanti ditanyakan ke penyidik aja lah. Terima kasih ya,” kata Yahya yang langsung digiring ke mobil tahanan, di gedung KPK, Jakarta, Senin (19/2).

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan penahanan terhadap Yahya dilakukan untuk kepentingan penyidikan. Yahya ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) KPK untuk 20 hari pertama. Sebelum Yahya, KPK lebih dulu menahan Hojin Anshori di Rutan Pomdam Jaya Guntur, Jakarta pada Kamis (15/2) lalu.

“Ditahan 20 hari pertama di Rutan Cabang KPK,” katanya saat dikonfirmasi lewat pesan singkat.

Keduanya ditetapkan sebagai tersangka suap pengadaan barang dan jasa dari APBD tahun anggaran 2016 pada 23 Januari lalu. Mereka diduga menerima jatah dari sejumlah proyek di Kabupaten Kebumen sekitar Rp 2,3 miliar.

Selain ditetapkan sebagai tersangka suap, Yahya dan Hojin juga dijerat menjadi tersangka penerimaan gratifikasi.

Jatah untuk Yahya diambil dalam proyek yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) infrastruktur APBN 2016 sejumlah Rp 100 miliar. Dari masing-masing proyek disepakati jatah untuk Yahya sekitar 5 sampai 7 persen.

Kemudian KPK juga menetapkan Komisaris PT KAK Khayub Muhamad Lutfi sebagai tersangka suap. Khayub, selaku penggarap proyek di Kabupaten Kebumen diduga memberikan suap kepada Yahya dan Hojin. Perusahaan Khayub diketahui yang menjadi penggarap proyek pembangunan RSUD Prembun. (cni/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *