Simpan Sabu 2 Kg, TKI Asal Madura Divonis 16 Tahun Penjara

oleh
Mohd Syaki (53), TKI asal Madura yang divonis 16 tahun penjara karena terbukti membawa sabu 2 kilogram dari Malaysia melalaui Bandar Juanda.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Mohd Syaki (53), TKI asal Madura, harus menjalani masa tuanya di balik jeruji penjara. Syaki dijatuhi hukuman 16 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Surabaya karena terbukti memiliki sabu seberat 2 kilogram.

Dalam amar putusannya terdakwa Mohd Syaki dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana tanpa hak mengedarkan narkotika golongan 1 bukan tanaman beratnya melebihi 5 gram. Perbuatan terdakwa melangar pasal 114 ayat 2 UU No.35 Tahun 2009.

“Menjatuhkan pidana selama 16 tahun penjara, subsider 2 miliar atau denda selama 4  bulan penjara,” ucap Ketua Majelis Hakim Jon Manopo membacakan amar putusannya di ruang sidang Candra, PN Surabaya, Selasa (20/2).

Hal yang memberatkan perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam membrantas narkotika. Sedangkan hal yang meringankan terdakwa sopan dalam persidangan dan berjanji tidak mengulanginya.

“Atas vonis ini, silahkan terdakwa konsultasi dengan penasihat hukumannya. Terima atau pikir-pikir,” kata hakim Jon.

Usai berkonsultasi dengan penasihat hukumnya, terdakwapun menerima putusan tersebut. Hal senada juga dinyatakan oleh JPU Suci Anggraeni dari Kejaksaan Negeri Surabaya.

“Kami juga terima, pak hakim,” ucap jaksa Suci.

Terpisah, Fariji selaku penasihat hukum terdakwa dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Lacak, menyayangkan maraknya peredaran narkotika jenis sabu dari Malaysia ke Indonesia melalui bandara Juanda. Tak tanggung-tanggung, sudah lebih dari 20 perkara kasus narkoba impor yang disidangkan di Pengadilan Negeri Surabaya dengan barang bukti yang diamankan semua kasus lebih dari 5 gram.

“Yang menjadi krusial bukan proses hukumnya, tetapi setiap barang narkotika dari Malaysia selalu lolos, tetapi begitu masuk scrool nata (Solta) Bandara Juanda kena. Kapolri dan elit politik dan aparat penegak hukum harus jemput bola dengan bekerjasama dengan polisi dirjen Malaysia,” ujar Fariji menanggapi kasus peredaran narkoba dari negara Malaysia melalui perantara TKI dan TKW Indonesia.

Untuk diketahui terdakwa Mohd Syaki, seorang TKI asal Madura harus menjalani sidang di Pengadilan Negeri Surabaya, setelah pulang dari negara Malaysia. Terdakwa ditangkap petugas Bea dan Cukai Bandara Juanda Surabaya, lantaran kedapatan menyelundupkan narkoba jenis sabu sebanyak 2 kilogram yang dimasukkan ke dalam kopernya.

Menurut keterangan terdakwa sabu-sabu adalah titipan dari teman yang ada di Malaysia, ia tidak mengetahui barang yang dibawa dari Malaysia adalah narkoba. Untuk membawa narkoba tersebut, terdakwa mendapatkan imbalan uang Rp 1,5 juta. Dan dituntuk oleh jaksa selama 20 Tahun penjara, denda 5 miliar atau subsider 6 bulan penjara. (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *