Novanto Akui Gelontor Duit e-KTP Rp 5 M untuk Rapimnas Golkar

oleh
Setya Novanto dalam sidang di Pengadilan Tipikor hari ini membeber aliran duit proyek e-KTP Rp 5 miliar untuk mendanai Rapimnas Partai Golkar tahun 2012.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA РTerdakwa kasus korupsi e-KTP Setya Novanto (Setnov) mengaku pernah menggerojok uang Rp 5 miliar dari hasil korupsi proyek e-KTP untuk menutupi kekurangan dana Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Partai Golkar tahun 2012. Duit tersebut digelontorkan Direktur PT Murakabi Sejahtera yang juga keponakan Novanto, Irvanto Hendra Pambudi Cahyo.

Irvan merupakan kurir yang ditunjuk oleh terpidana kasus e-KTP Andi Narogong. “Saya baru ingat waktu itu dia (Irvanto) ada kontribusi di dalam Rapimnas Partai Golkar pada bulan Juni 2012,” kata Setnov di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamis (22/3).

Pada Rapimnas 2012, Partai Golkar, salah satunya, mengagendakan penetapan Ketua Umumnya saat itu, Aburizal Bakrie (Ical), sebagai calon Presiden pada Pemilu 2014.

Novanto meyebutkan, Irvan juga yang bertugas mendistribusikan sejumlah uang untuk anggota DPR. Dari situ Setnov mencurigai uang tersebut merupakan uang e-KTP.

“Saya meyakinkan bahwa ini pasti dari uang e-KTP,” cetus mantan Ketua DPR ini.

Sebelumnya, Novanto mengakui adanya realisasi pemberian uang ke sejumlah pihak, termasuk Komisi II DPR dan Ketua Fraksi.

Adanya realisasi tersebut diketahui Novanto dari Made Oka saat berkunjung ke kediamannnya bersama dengan Andi Agustinus alias Andi Narogong. Saat itu, Made mengatakan jatah untuk orang-orang di DPR telah dieksekusi. Uang korupsi tersalur melalui Andi dan Irvanto Hendra Pambudi Cahyo, keponakan Setya Novanto.

“Untuk Komisi II, Pak Chairuman sejumlah USD 500 ribu dan untuk Ganjar sudah dipotong oleh Chairuman dan untuk kepentingan pimpinan Banggar sudah sampaikan juga ke Melchias Mekeng USD 500 ribu, Tamsil Linrung USD 500 ribu, Olly Dondokambey USD 500 ribu, di antaranya melalui Irvanto,” ujarnya merinci.

“Ada juga ke Pramono Anung dan Puan Maharani USD 500 ribu,” imbuhnya. (Baca: Sidang Korupsi e-KTP, Setya Novanto Cakot Puan Maharani dan Pramono Anung).

Namun demikian, Novanto berkukuh tak menerima uang korupsi e-KTP. Ia juga mengklaim tak mengetahui angka pembagian jatah imbalan sebesar lima persen kepada sejumlah anggota dewan.

“Saya tidak (menerima uang e-KTP) yang mulia. Saya tidak tahu, hanya saat diperiksa penyidik terus ditunjukan. Saya menganggap itu tanggung jawab saya, saya kembalikan,” pungkas bekas Ketua umum Partai Golkar ini.

Setya Novanto didakwa melakukan korupsi proyek e-KTP bersama sejumlah pihak. Ia disebut menerima uang sebesar 7,3 juta USD serta jam tangan merk Richard Mille dari pengusaha Andi Agustinus alias Andi Narogong, yang juga menjadi terdakwa dalam kasus ini dan mendiang Johannes Marliem. (cni/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *