300 Ulama Jawa Timur Keluarkan Fatwa Fardhu Ain Pilih Khofifah-Emil

oleh
Para ulama di Jawa Timur saat berkumpul di Ponpes Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto.

GLOBALINDO.CO, MOJOKERTO – Pasangan Calon Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak kembali mendapat dukungan dari para alim ulama. Terbaru, pasangan calon gubernur nomor urut satu itu mendapat dukungan dari sekitar 300 ulama.

Bertempat di Pondok Pesantren (Ponpes) Amanatul Ummah, Pacet, Mojokerto, sekitar 300 ulama di Jawa Timur, pada hari ini, Minggu (3/6) memastikan penguatan dan meluaskan jangkauan seruan fatwa Fardhu Ain Masayikh (kiai-kiai) yang lebih dulu dilakukan di Sampang, Madura 15 Mei lalu.

Tujuanya, agar pada tanggal 27 Juni 2018 nanti memilih Paslon Khofifah-Emil Dardak di Tempat Pemungutan Suara (TPS) masing-masing.

“Acara ini adalah Holaqoh bersama para ulama, bersama Ibu Khofifah Indar Parawansa dan memilih draft Fatwa Fardhu ain yang akan dibahas untuk dipilih salah satu,” kata Pimpinan Ponpes Amanatul Ummah, KH Asep Saefudin Chalim.

Setelah itu akan ada tanda tangan semua ulama. Agar keraguan masyarakat itu bisa hilang dengan adanya fatwa ini. Dimana semua ulama di Jawa Timur satu suara dalam mendukung Khofifah-Emil.

KH Asep Saefudin Chalim menegaskan, keluarnya fatwa Fardhu Ain memilih Khofifah-Emil ini tidak sembarangan keluar. Sejumlah ulama bahkan melakukan sholat Istijhoroh terlebih dulu sebelum membuat keputusan.

Alasan Fatwa Fardhu Ain ini keluar berdasar beberapa alasan. Di antaranya adalah rakyat Jawa Timur sebagai bagian dari bangsa Indonesia memiliki tanggung jawab untuk melaksanakan amanat kemerdekaan. Yaitu terwujudnya kehidupan yang maju, adil dan makmur.

Kaitannya dengan pilgub Jawa Timur ini, paslon Khofifah-Emil memenuhi persyaratan untuk mewujudkannya Jawa Timur adil dan makmur.

“Khofifah-Emil ini jujur, dapat dipercaya, bisa membuat program, gagasan, perencanaan untuk mewujudkan Jatim Adil dan Makmur, dan lebih baik dari paslon yang lain,” sebut Kyai Asep yang ditemani KH. Hisyam Syafaat, KH. Suyuti (Bangkalan), KH. Jamaludin (Probolinggo) dan beberapa kyai Khos (besar) lainnya.

Selain para ulama dan kiai, hadir juga para bu Nyai. Seperti Bu Nyai Masruroh Wahid, Bu Nyai Mahfudoh, Bu Nyai Hamid Manan dan sebagainya. (dtc/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *