3000 Personel Disiapkan Untuk Amankan Prepcom 3 for UN Habitat III

Ilustrasi apel pengamanan

Ilustrasi apel pengamanan

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Sedikitnya 3000 personel keamanan disiapkan untuk menjamin keamanan delegasi dari 20 negara akan datang dalam acara Prepcom 3 for UN Habitat III yang bakal diselenggarakan di Surabaya.

Nantinya 3000 personel tersebut memiliki tugas beragam. Mulai dari pengamanan rute lalu lintas, stand by di lokasi dan pengamanan tertutup yang melekat pada tiap delegasi.

“Dengan asumsi peserta mencapai 2.500 orang, maka kebutuhan personel keamanan diperkirakan sekitar 3.000 orang,” terang Kabag Ops Polrestabes Surabaya AKBP Eryek Kusumayadi, Kamis (5/5/2016).

Selain mulai menghitung jumlah personel keamanan yang dibutuhkan, saat ini juga mulai dilakukan inventarisir kebutuhan yang menunjang kegiatan pengamanan. Seperti, jumlah kendaraan, pendeteksi logam, dan handie-talkie (HT).

Selanjutnya, akan digelar rapat rutin setiap minggu di balai kota khusus membahas pengamanan Prepcom 3 for UN Habitat III.

Untuk diketahui, keamanan menjadi prioritas utama Surabaya selaku tuan rumah Prepcom 3 for UN Habitat III. Untuk itu, Pemerintah Kota Surabaya menggelar rapat pengamanan khusus di balai kota tadi siang.

Dalam rapat yang dipimpin Wali Kota Tri Rismaharini tersebut dihadiri segenap pejabat Pemkot, serta dari unsur TNI, kepolisian dan kantor imigrasi. Risma -sapaan Tri Rismaharini- mengatakan, sangat penting memberikan rasa aman bagi para tamu di Kota Surabaya.

Jika konferensi Asia-Afrika hanya dihadiri negara-negara dAri benua Asia dan Afrika, dalam Prepcom 3 UN Habitat III ini hampir semua negara-negara yang menjadi anggota Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) akan hadir.(bmb/GBI)

“Baru kali ini hampir semua negara hadir dalam satu kota di republik ini,” ujar Risma.

Risma menjelaskan, fokus pengamanan tidak hanya pada lokasi acara di Grand City Surabaya, tetapi juga di tempat-tempat yang menjadi lokasi kunjungan lapangan para peserta. Khusus untuk gelaran Prepcom 3 for UN Habitat III ini, Pemkot memang menyiapkan paket-paket kunjungan lapangan.

“Tujuannya, agar para peserta dapat melihat langsung kondisi perkotaan Surabaya dari berbagai aspek,” jelasnya.

Untuk mensukseskan program kunjungan lapangan ini, Risma menginstruksikan para camat fokus pada masing-masing wilayah. Mantan Bappeko ini meminta memberikan perhatian lebih terhadap kebersihan dan kerapian wilayah yang akan dikunjungi.

“Tempat pembuangan sampah harus bersih, pedagang kaki lima harus tertib pada tempat yang sudah disediakan,” pesan Risma. (bmb/GBI)

 

Tags: