Beckham Tak Malu Belajar Bahasa Jawa pada Siswi SMP Semarang

oleh
David Beeckham berbincang dengan Sri Pundati (15), siswi SPMN 17 Semarang saat kunjungannya di Kota Semarang sebagai duta Unicef. Foto ini dunggah di akun instagram pribadi Beckham.

GLOBALINDO.CO, SEMARANG – Bahasa Jawa rupanya menarik perhatian legenda hidup Manchester United David Beckham untuk mempelajarinya. Selama dua hari kunjungannya di Kota Semarang, Beckham bahkan rela dan tak malu belajar bahasa jawa kepada siswi kelas IX SMP 17 Semarang, Sri Pundati (15) di rumahnya.

Pesepakbola yang dikenal rendah hati itu begitu antusias kala Sri mengajarinya beberapa istilah Jawa. Tentu saja kunjungan Beckham disambut gembira oleh Sri Pundati karena merupakan pengalaman paling berkesan baginya.

“Beckham saya ajarin bahasa Jawa, tapi ngomongnya lucu. Makanya difoto kita ketawa-tawa. Dia tak ajarin kata ‘Rak Popo‘ sama ‘matur nuwun’,” ujar Sri saat ditemui  di sekolahnya, Rabu (28/3).

David Beckham mengunjungi Kota Semarang, Jawa Tengah dalam tugasnya sebagai duta UNICEF, organisasi PBB untuk memberikan bantuan kemanusiaan dan perkembangan kesejahteraan kepada anak-anak dan ibunya. Beckham sengaja berkunjung ke SMPN 17 Semarang untuk bertemu dengan Sri Pundati.

Sripun menjadi salah satu siswa yang diberikan kepercayaan Beckham untuk berkisah mengenai cara dan penanganan bullying (perundungan) di sekolah dan komunitas, melalui akun media sosial miliknya. Sebagai duta kehormatan Badan PBB untuk Urusan Pendidikan dan Budaya atau UNICEF, Beckham mendatangi langsung rumah Sri.

“Beckham datang ke rumah pukul dua siang. Kita saling tanya jawab dan becerita banyak hal, khususnya terkait cita-cita saya, ” kata Sri.

Kepala SMPN 17 Semarang, Hariyanto menambahkan, Sri merupakan tim agen perubahan anti bullying di sekolahnya. Sebagai agen yang dinaungi UNICEF, Sri diketahui merupakan korban bullying sewaktu dirinya masih duduk di bangku SD.

”Sekarang dia dan teman-temannya fokus dalam kegiatan anti bullying di sekolah,” tutur Hariyanto.

Sri Pundati mendapat kesempatan dikunjungi oleh Beckham setelah dia dan temannya, Ego Yulianto mengirim riwayat hidupnya (CV) ke UNICEF. Kisah hidup Sri Pundati ternyata memantik rasa penasaran Beckham.

“Akhirnya Beckham memilih keduanya untuk dikunjungi, ” kata Hariyanto.

Sri merupakan anak dari keluarga kurang mampu. Ayahnya bekerja sebagai tukang batu, sementara ibunya bekerja sebagai buruh di pabrik sarang burung walet. Demikian pula latar belakang Ego Yulianto yang  hidup hanya bersama neneknya.

Ambil Alih Instagram Beckham

Satu momen yang tak terlupa bagi putri pasangan Yunani dan Sarjono itu adalah ketika Beckham meminta diajari bahasa Jawa.  Saking spesialnya, Beckham bahkan secara khusus mengunggah momen bercengkrama dengan Sri di akun Instagram @davidbeckham.

Nampak sejumlah foto yang memperlihatkan Sri dan Beckham bercanda dan terlihat akrab.

“Saya kaget kalau fotonya di-upload David Beckham di Instagram. Teman-teman ngasih tahu dan saya sempat komen juga,” imbuh gadis yang punya cita-cita bekerja di UNICEF itu.

Beckham terus memberikan dukungan kepada Sri agar terus bersemangat mengejar cita-cita. Suami Victoria Adam Beckham itu bercerita bahwa di masa kecilnya  ia juga pernah di-bully oleh teman-temannya.

“Dia bilang kamu harus fight. Dia cerita masa kecilnya juga, kata teman-temannya, dia pendiam kurus dan enggak bisa main bola. Tapi akhirnya dia bisa buktikan kalau akhirnya bisa menjadi pesebakbola terkenal,” katanya menceritakan. (vin/mun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *