Korupsi e-KTP Rp 2,3 T, Novanto Dituntut 15 Tahun dan Ganti Rugi Rp 72,5 M

oleh
Setya Novanto menghadapi sidang tuntutan di Pengadilan Tipikor, Kamis (29/3). Mantan Ketua DPR itu dituntut 16 tahun penjara dan membayar ganti rugi duitnegara USD 7,2 juta atau setara Rp 7,4 miliar sesuai kurs tahun 2010 (Rp 9.800 per Dolar AS).

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Mantan Ketua DPR, Setya Novanto dituntut 16 tahun penjara dan membayar uang pengganti kerugian negara hanya USD 7,4 juta atau sekira Rp 72,5 miliar (kurs dollar AS tahun 2010). Tuntutan pidana penjara dan ganti rugi tersebut tergolong ringan dibanding indikasi korupsi duit negara total Rp 2,3  untuk pribadi dan para koleganya dalam proyek e-KTP.

“Menjatuhkan Pidana berupa penjara selama 16 tahun dan denda Rp 1 miliar subsider enam bulan kurungan,”ujar Jaksa Abdul Basir saat membacakan surat tuntutan Setya Novanto di pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (29/3).

Hal yang memberatkan hukuman terdakwa adalah perbuatan Novanto dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan korupsi. Sementara hal yang meringankan yakni, terdakwa dinilai belum pernah dihukum.

“Kami penuntut umum dalam perkara ini berharap majelis hakim memutuskan, menyatakan terdakwa Setya Novanto bersalah melakukan tindak pidana korupsi sebagaimana diatur dalam pasal 3 uu tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP,” tegas Jaksa Basir.

Selain itu, jaksa juga meminta majelis hakim mencabut hak politik Novanto selama lima tahun.

“Menjatuhkan pidana tambahan berupa mencabut hak terdakwa menduduki jabatan publik selama 5 tahun,” paparnya.

Untuk tuntutan membayar uang pengganti, jaksa menyebut, jumlah senilai USD 7.425.000 dikurangi duit yang telah dikembalikan Rp 5 miliar subsider 3 tahun. Dalam surat tuntutan, uang pengganti itu wajib dibayarkan paling lama satu bulan setelah putusan berkekuatan hukum tetap.

“Menjatuhkan pidana tambahan berupa membayar uang pengganti sebesar 7,4 juta dollar AS,” ujar jaksa Abdul Basir.

Apabila tidak dibayar, maka harta benda milik Novanto akan disita dan dilelang. Namun, jika jumlah harta tidak mencukupi, maka akan diganti penjara selama tiga tahun.

Menurut jaksa, pembayaran uang pengganti bertujuan mengembalikan kerugian negara. Pidana tambahan berupa uang pengganti jumlahnya sama dengan harta benda yang diperoleh dari hasil tindak pidana korupsi. Dalam surat tuntutan, jaksa menilai, Novanto memperoleh uang lebih dari USD 7,3 juta dan jam tangan merek Richard Mille seharga USD 135.000. (kom/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *