Safari SBY Diremehkan, Demokrat Anggap Nalar Politik PDIP Cekak

oleh
Ketua Umum Partai Demokrat Susiloo Bambang Yudhoyono (tengah) turun gunung menjadi juru kampanye untuk pasangan Khofifah Indar Parawansa (kiri) dan Emil Elistianto Dardak (kanan). SBY akan safari kelilih ke 21 daerah di Jatim untuk memenangkan pasangan ini.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Partai Demokrat menyindir balik PDI Perjuangan yang meremehkan safari politik Susilo Bambang Yudhoyono di Jawa Timur. Menurut Demokrat, elit PDIP tak punya kemampuan untuk memahami gerakan politik SBY untuk memenangkan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak.

Kepala Divisi Advokasi dan Bantuan Hukum DPP Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaen, anggapan remeh PDIP terhadap safari politik SBY menunjukkan ketidakmampuan mereka menalar pergerakan mantan Presiden RI itu. Selain itu, Ferdinand menilai, PDIP gerah melihat manuver duet SBY dan putranya, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang kompak.

“Nalarnya ketua DPC itu tidak mampu menjangkau apa yang sedang dimainkan Demokrat, SBY dan AHY,” kata Ferdinand di Surabaya, dalam pernyataan tertulis yang diterima AKURAT.CO, Senin (2/4).

Ia juga menilai, sepertinya PDIP sedang kepanasan di Jatim dengan hadirnya atau turun gunung yang dilakukan SBY dan AHY dalam rangka memenangkan Khofifah-Emil di Pilgub Jatim 2018.

“Safari yang di bagi dalam 2 rombongan ini memiliki tajuk masing-masing. Rombongan SBY dengan hastag #SBYTourDeJatim, sedangkan AHY dengan hastag #AHYSambangJatim,” ujarnya.

Kedua rombongan tersebut menurut Ferdinand, akan menyisir seluruh wilayah kabupaten atau kota yang ada di Jatim, untuk memenangkan Pilkada serentak pada Juni 2018 dan menaikkan elektabilitas Demokrat secara umum menjelang pilpres 2019.

“Inilah tampaknya yang membuat PDIP kepanasan dan merasa terpukul dengan turunnya SBY-AHY, ” ucapnya.

Terbukti, saat ini pasangan Kofifah-Emil yang diusung oleh sejumlah partai politik koalisi dan Demokrat telah meninggalkan elektabilitas lawannya yang cukup jauh, dalam hal ini pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Puti Guntur Soekarno mengalami kekalahan berdasarkan hasil survei.

“Jadi kalau PDIP bilang mirip jalan-jalan, kami jadi tertawa. Sebab ternyata mereka (pihak PDIP) tidak mampu menalar gaya berpolitik yang dilakukan Demokrat,” tegasnya.

Sebelumnya Ketua DPC PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana turunnya SBY dan sang putra, AHY ke Jatim tak berdampak positif pada elektoral Calon Gubernur Khofifah dan Emil  yang didukung Demokrat. Menurut Whisnu, apa yang dilakukan SBY – AHY itu mirip jalan-jalan dan tidak berpengaruh secara politik di Jatim.

”Efeknya tidak serius. Pak SBY dan Mas AHY malah mirip jalan-saja, muncul di plaza, nyanyi-nyanyi di kafe, ketimbang bekerja serius menambah suara,” kata Ketua DPC PDIP Surabaya, Whisnu Sakti Buana, Senin (2/4).

Seperti diketahui, SBY dan AHY turun ke sejumlah daerah di Jatim, termasuk kemarin hadir dalam kampanye Khofifah-Emil di Jombang.

“Kami melihat, AHY lebih tepat ingin memopulerkan dirinya sendiri untuk Pilpres 2019, dengan memanfaatkan Bu Khofifah yang tengah berkompetisi di Jatim,” tambah Whisnu.

PDIP, kata dia, sampai saat ini belum ingin menghadirkan Ketua Umum Megawati Soekarnoputri di Jawa Timur untuk kampanye bagi Calon Gubernur Saifullah Yusuf (Gus Ipul) dan Calon Wakil Gubernur Puti Guntur Soekarno.

“Cukup ditangani pengurus partai tingkat kota dan kabupaten, level PAC (kecamatan) dan Ranting (kelurahan), juga Anak Ranting (RW). Ibu Ketua Umum banyak yang harus ditangani. Jadwal kampanye Ibu pasti ada, tapi nanti, entah kapan,” kata Whisnu. (aco/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *