Para Tersangka Miras Oplosan Diancam Pasal Pembunuhan Berencana

oleh
WAkapolri Komjen Syarifuddin didampingi Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal saat menggelar barang bukti dan tersangka kasus miras oplosan.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Polisi membuka kemungkinan menjerat para tersangka penjual miras oplosan yang menewaskan hampir 100 orang dalam sebulan terakhir dengan pasal 340 KUHP soal pembunuhan berencana. Sedikitnya sudah ada 10 orang di tiga wilayah yang ditetapkan sebagai tersangka.

Apabila benar-benar dijerat dengan pasal pembunuhan berencana, maka para tersangka terancam hukuman penjara seumur hidup. Ancaman hukuman ini dianggap setimpal mengingat banyaknyajumlah korban tewas setelah mengkonsumsinya.

“Ini kan konstruksi pasalnya baru UU pangan dan UU kesehatan, tidak menutup kemungkinan, kami akan konstruksikan pasal pada perencanaan pembunuhan. Mereka meracik, dan lain-lain, itu,” kata Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol Muhammad Iqbal, di Mapolres Metro Jakarta Selatan, Rabu (11/4).

Iqbal menjelaskan, para tersangka saat ini baru dikenakan Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan dan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Ancaman hukumannya lebih dari 5 tahun penjara.

Kasus miras oplosan ini telah menimbulkan puluhan korban tewas, di antaranya 31 orang meninggal di Jakarta dan Bekasi, serta 51 orang meninggal di wilayah hukum Polda Jawa Barat (Cicalengka Kabupaten Bandung dan Sukabumi).

Empat tersangka di wilayah hukum Polda Metro yakni BOT (28) dan DW (23) yang ditangkap di Duren Sawit, ZL (42) ditangkap di Cakung, dan UR di Duren Sawit. UR sendiri masih buron.

Sementara Polres Sukabumi menetatpkan empat orang yang diduga mengoplos dan menjual miras sebagai tersangka. Mereka adalah Romi Suhardi, Hermansyah alias Ucok, Rio Perdinan alias Rio, Gensi Sinokhadi alias Bento.

Dua tersangka lain yakni JS dan MH oleh jajaran Polres Bandung Barat. Aparat Polres Bandung hari ini, Rabu (11/4) juga menggeledah rumah JS di Jalan Raya Bandung-Garut, Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (11/4). Penggeledahan itu dipimpin langsung oleh Kapolres Bandung AKBP Indra Hermawan.

Miras Oplosan Tiner, Korban Tewas Hampir 100 Orang

Polres Sukabumi, Jawa Barat mengungkap penyebab kematian tujuh warga setelah mengonsumsi minuman keras oplosan beberapa hari lalu di wilayah Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi.

“Dari hasil pengungkapan ini, diduga kematian tujuh warga dan puluhan lainnya keracunan minuman keras oplosan ini dikarenakan penggunaan bahan kimia berbahaya seperti tiner, biang whiskey dan minuman ringan,” kata Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi di Sukabumi, Rabu (11/4).

Kapolres Sukabumi AKBP Nasriadi membeber barang bukti miras oplosan dan tiner yang digunakan para tersangka sebagai bahan pengoplos.

Menurutnya, kasus ini terungkap setelah polisi menggerebek rumah yang dijadikan tempat meracik dan penjualan minuman keras oplosan. Di lokasi tersebut polisi menyita satu jeriken thinner, biang whiskey dan minuman ringan yang diduga menjadi bahan utama pembuatan minuman haram tersebut.

Bahan baku tersebut diduga dicampur pengoplos untuk dijadikan minuman keras oplosan. Tentunya cairan kimia tersebut tidak layak dikonsumsi karena beracun.

”Mereka mengemas minuman tersebut dalam kantong plastik ukuran kecil dengan harga yang sangat murah mulai Rp 25 ribu hingga Rp 30 ribu,” ujarnya.

Sementara jumlah korban tewas setelah menenggak miras oplosan mematikan ini mencapai 82 orang. Sebanyak 31 orang meninggal di Jakarta dan Bekasi. Serta 51 orang lainnya tewas di Cicalengka dan Sukabumi.

Kepala Polda Jawa Barat Irjen Agung Budi Maryotseusai menjelaskan, korban-korban yang tewas akibat miras oplosan pun tidak terkonsentrasi di satu titik saja. “Lokasinya tidak ngumpul. Seperti di Cicalengka ada empat titik, tetapi yang jual hanya satu titik,” ujarnya.

Agung memastikan, para penjual miras oplosan maut di tiga titik di Jawa Barat sudah ditangkap. Polisi menyita sejumlah barang bukti dari dua kios miras itu, di antaranya 75 botol miras berbagai merek dan tiga tong besar berisi tuak (miras tradisional). (kom/adi)

Berikut, data 38 korban meninggal dunia akibat Miras Oplosan di Kabupaten Bandung:

Meninggal di RSUD Cicalengka:

  1. Cecep Supriadi, 23 tahun, Kp. Pasar Rt. 02/02 Ds. Cicalengka Wetan Kec. Cicalengka Kab. Bandung.
  2. Ogi, 29 tahun, Kp. Kaca-kaca Rw. 14 Ds. Cicalengka Wetan Kec. Cicalengka Kab. Bandung
  3. Dina Maryana, 29 tahun, Kp. Warung Peuteuy Ds. Tenjolaya kec. Cicalengka Kab. Bandung.
  4. Wawan Hermawan, 48 tahun, Kp. Tabrik Rt. 03/03 Ds. Nanjung mekar kec. Rancaekek Kab. Bandung
  5. Irfan Ferdiansyah, 31 tahun, Kp. Pinhgir wangi Rt. 03/06 Ds. Tenjolaya kec. Cicalengka kab. Bandung
  6. Iwan Gunawan, 31 tahun, Kp. Ciseke Rt. 02/03 ds. Waluya kec. Cicalengka kab. Bandung
  7. Dik dik Herdia , 22 tahun, Kp. Pungkur loji Rt.01/08 ds. Cicalengka kulon kec. Cicalengka kab. Bandung
  8. Asep Ogi Hernawan, 40 tahun, Kp. Kebon kapas Rt. 01/11 Ds. Waluya cicalengka kab. Bandung
  9. Rizal Nurdiana, 26 tahun, Kp. Cibatu Rt. 01/04 Ds. Tanjungwangi Kec. Cicalengka Kab. Bandung.
  10. Kiki Ginanjar, 35 tahun, Babakan cikeruh Rt. 01/14 Cimekar, Cinunuk
  11. Yadi Cahyadi, 22 tahun, Kp. Pungkur loji rt01/01 ds. Cicalengka Kulon kec. Cialengka Kab. Bandung
  12. Dede Rohimat
  13. Haris Suherman, Kp Cipetag rt 03/07 ds tenjolaya Kec Cicalengka Kab Bandung
  14. Husni Sabara, Kp. Cikuya Rt. 04/01 Ds. Cikuya Kec Cicalengka Kab. Bandung
  15. M. Rizki, 23 tahun, Kp Cipeutag rt 03/07 Ds Tenjolaya Kec Cicalengka
  16. Enang Samin, 48 tahun, Alamat Pungkut Lozi Rt,01/08 Desa Cicalengka Kulon.
  17. Iman Supriatna, 27 tahun, alamat Kp Citaman Rt.01/01 Ds Nagreg Kec Nagreg Kab. Bandung.
  18. Firman, 40 tahun, Kp. Dungus Maung Rt.02/03 Ds Waluya Kec. Cicalengka Kab Bandung.
  19. Deden Cikancung
  20. Firmansyah
  21. Gugun Setiawan, alamat Kp.Cipetag Cicalengka
  22. Erwin, alamat Kp.Cipetag Cicalengka.
  23. Imat Rohmat, alamat Babakan peteuy Kec.Cicalengka.
  24. Wahyu, 40 tahun alamat Kp.Dungus maung Desa Waluya Kec.Cicalengka
  25. Diki alias Bule, alamat Kp.Cipetag Rt,07/07 Desa tenjolaya
  26. Iin Raswin, alamat Kp.Cisaladah Desa Cicalengka Wetan.
  27. Dadang, warga Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung.
  28. Oleh, warga Cikancung Kabupaten Bandung.
  29. Tatang, warga Kecamatan Nagreg Kabupaten Bandung.
  30. Asep Saripudin.
  31. Saepul warga Kecamatan Nagreg.

Korban meninggal di RSUD Ebah Majalaya:

  1. Gilang Maulana Ramdan, 23 tahun, alamat Kp.Sawa bera Rt,02/07 Desa Ciluluk Kec.Cikancung
  2. Murgiyanto, 34 tahun, alamat Kp.Sukamanah RT 01/02 Desa Sukamanah Kec.Paseh.
  3. Herdiana, 32 tahun, alamat Kp. Rancaekek Kulon RT 01/05 Desa Rancaekek Kulon Kec. Rancaekek Kab Bandung.

Korban meninggal di Rumah sakit AMC Cileunyi:

  1. Aditiya Ismail, 22 tahun, alamat Kp.Kaca-kaca Rt,02/15 Desa Cicalengka Wetan Kec.Cicalengka
  2. Herin, 19 tahun alamat Kp.Lembang Badag Rt,01/05 Desa Jelegong Kec.Rancaekek
  3. Rizki Rahma Witansah, 29 tahun, alamat Kp.Cipasir Rt,03/12 Desa Jelegong kec.Rancaekek
  4. Irfan Sapriansah, 44 th, alamat Perum Rancaekek Kencana blok 6 no 145 Rt. 9/6 Kel. Rancaekek Kencana Kec. Rancaekek Kab. Bandung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *