Polisi Gerebek Produsen Miras Oplosan Jawa di Malang

oleh
Petugas Polres Malang memeriksa drum yang digunakan untuk menampung miras oplosan yang diproduksi Amini di sebuah kebun belakang rumah milik Sukinah di Dusun Sumberpelus, RT 12 RW 5, Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang.

GLOBALINDO.CO, MALANG – Jajaran Polres Malang menggerebek industri rumahan minuman keras oplosan jenis trobas dan meringkus satu tersangka, Amini (53). Penggerebekan dilakukan di rumah milik Sukinah (60) di Dusun Sumberpelus, RT 12 RW 5, Desa Sindurejo, Kecamatan Gedangan, Kabupaten Malang pada Kamis (12/4) kemarin.

Dalam penggerebekan itu, polisi menemukan jeriken sebagai tempat penampungan minuman keras, dandang, wajan dan tempat untuk menampung bahan baku minuman keras di kebun belakang rumah. Polisi menyita 45 drum bahan fermentasi untuk produksi miras, dan sejumlah alat lainnya.

Kebun tersebut diduga sebagai tempat untuk memproduksi dan menyembunyikan miras trobas atau yang sering disebut miras jawa. Pelaku memanfaatkan kebun di belakang rumahnya supaya tidak diketahui oleh penegak hukum.

Sementara itu, aktivitas membuat minuman keras jenis trobas itu sudah berlangsung sejak awal Bulan Maret lalu. Sedangkan pemasaran minuman itu hanya di sekitar rumah pelaku.

Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan, minuman keras yang diproduksi Amini sangat membahayakan karena mengandung kadar metanol tinggi. Yade mengungkapkan, berdasar sejumlah kasus yang pernah ditanganinya, miras oplosan produksi rumahan mengandung metanol bahkan sampai ada yang sampai 90 hingga 95 persen.

“Itu racun. Begitu diminum dalam kadar yang berlebihan, berbahaya bagi metabolisme manusia dan menyebabkan kebutaan bahkan meninggal dunia,” katanya di Mapolres Malang, Jumat (13/4).

Sementara itu, proses pembuatan minuman keras itu sangat sederhana. Bahan baku yang digunakan berupa beras ketan, ragi dan air.

Seluruh bahan baku itu dicampur dengan takaran yang sudah ditentukan dan didiamkan selama 20 hari. Kemudian dilakukan penyulingan.

Polisi belum bisa memastikan berapa liter minuman keras yang dihasilkan Amini setiap hari. Pelaku mengaku mendapatkan ilmu tentang pembuatan minuman keras itu dari tetangganya.

Akibat perbuatannya, pelaku dikenakan Pasal 204 ayat (1) KUHP atau pasal 62 jo pasal 8 ayat (1a) Undang – undang nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Pangan atau Pasal 140 dan 142 Undang-undang nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

 

Para Tersangka Miras Oplosan Diancam Pasal Pembunuhan Berencana)(kom/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *