Dhani Terancam 6 Tahun Penjara, Mulan Jameela Menangis

oleh
Ahmad Dhani Prasetyo (kiri) didampingi dua anaknya, Al Ghazali dan Abdul Qodir Jaelani (kanan) ketika menjalani sidang perdana kasus ujaran kebencian yang menyeretnya sebagai terdakwa di PN Jakarta Selatan, Senin (16/4).

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Musisi Ahmad Dhani Prasetyo didakwa pasal berlapis dalam sidang perdana kasus ujaran kebencian di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Jakarta, pada Senin (16/4). Jika terbukti bersalah, Dhani terancam dihukum 6 tahun penjara.

Pasal berlapis yang didakwakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) kpada Ahmad Dhani yakni Pasal 45A ayat (2) juncto Pasal 28 ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP).

Pasal 45A berbunyi “Setiap Orang yang dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan/atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 28 ayat (2) dipidana dengan pidana penjara paling lama 6 (enam) tahun dan/atau denda paling banyak Rp1.000.000.000,00 (satu miliar rupiah)”.

“Bahwa postingan-postingan terdakwa melalui admin yaitu saksi Suryopratomo Bimo A T alias Bimo di akun Twitter terdakwa @AHMADDHANIPRAST tersebut dapat menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan individu dan atau kelompok masyarakat tertentu berdasarkan suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA),” kata JPU, Dedyng Wibianto Atabay, dalam persidangan itu.

Sebelum JPU membacakan dakwaan, Ketua Majelis Hakim, Ratmoho, meminta Ahmad Dhani untuk selalu menghadiri persidangan lantaran tidak menjalani masa penahanan.

Ratmoho menjelaskan, Pengadilan Negeri Jakarta Selatan memutuskan tidak menahan pentolan grup musik Dewa itu. Sebab penyidik kepolisian dan pihak kejaksaan juga tidak menahan Ahmad Dhani pada tahap sebelumnya.

“Pengadilan pun tidak melakukan penahanan, tapi dengan catatan diharapkan setiap sidang Anda datang,” ujar Ratmoho.

Ahmad Dhani, lanjutnya, boleh saja tidak hadir dalam persidangan apabila dia sakit. Namun, Ahmad Dhani diminta mengabarkan hal itu melalui tim penasihat hukumnya.

“Saya sehat sekali,” jawab ahmad Dhani.

Ratmoho pun memutuskan sidang akan dilanjutkan pada Senin (23/4) dengan menggendakan pembacaan eksepsi atau nota pembelaan dari Ahmad Dhani.

Ahmad Dhani mengenakan kaos bertuliskan #2019 Ganti Presiden usai persidangannya sebagai terdakwa kasus ujaran kebencian.

Dhani menjalani sidang perdana didampingi dua putranya Al Ghazali dan Ahmad Abdul Qodir Jaelani atau Dul. Bekas suami Maia Estianty ini mengaku bahagia bisa didampingi oleh anak-anaknya, saat menghadapi kasus hukum yang tengah menjeratnya saat ini.

“Ya senang dong didampingi anak,” ujar Dhani usai persidangan.

Tetapi sang istri, Mulan Jameela tidak nampak ikut mendampingi Dhani di pengadilan. Dhani mengaku bahwa istrinya itu memang tidak ikut karena masih tidak kuat menghadapi persidangan suaminya.

“Istri saya suka nangis. Jadi enggak kuat dia. Nangis-nangis terus karena sedih lah,” kata Dhani.

Tak hanya Mulan sang istri yang merasa sedih dan berat karena Ahmad Dhani tersangkut kasus hukum, sang bunda pun diakui Dhani kerap terganggu kesehatannya saat mengetahui anaknya itu akan segera disidang.

“Ibu saya aja mendengar berita bahwa saya di sidang langsung mencret-mencret dia. Perempuan memang tidak sekuat laki-laki,” ujarnya.

Kasus Ahmad Dhani bermula dari laporan yang diajukan Jack Boyd Lapian. Jack yang mengklaim sebagai pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok ini melaporkan unggahan Dhani di akun Twitter @AHMADDHANIPRAST.

Pelapor menilai, kicauan Ahmad Dhani di Twitter berisi kebencian. Dalam akun tersebut Dhani menulis, ‘Siapa saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi mukanya -ADP.’  (vin/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *