Densus Baku Tembak dengan Kelompok Teroris di Surabaya

oleh
Ilustrasi penggerebekan sarang teroris oleh Densus 88 di Tandes Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Tim Densus 88 Antiteror kembali melakukan penggerebekan tempat persembunyian terduga teroris di Surabaya, Selasa petang (15/5). Seorang terduga teroris tewas dalam baku tembak.

Hingga berita ini diturunkan, baku tembak Densus dengan kelompok teroris di lokasi penggerebekan di wilayah Tandes, Manukan, Surabaya masih berlangsung. Baku tembak terjadi karena anggota kelompok teror melawan petugas.

“Sehingga dilakukan tindakan tegas dan dilimpuhkan. Satu orang (ditembak), laki-laki umur 39 tahun,” kata Kepala Bidang Humas Polda Jatim Komisaris Besar Frans Barung Mangera kepada wartawan di Surabaya.

Usai teror bom di tiga gereja di Surabaya, Densus 88 dibantu jajaran dan Polrestabes, elakukan sejumlah penindakan pada kelompok teror yang diduga terlibat. Tercatat sejumlah orang ditangkap dan ditembak mati karena melawan saat hendak ditangkap.

Gegana Ledakkan Belasan Bom Rakitan di Surabaya

Sementara di tempat terpisah, Tim Gegana Polri meledakkan bom rakitan yang ditemukan di tiga lokasi di wilayah Sidoarjo dan Surabaya, milik para terduga teror. Tim Gegana melakukan peledakan (disposal) dari bom milik para terduga pelaku teror itu di wilayah Rungkut, Surabaya.

Disposal di Rungkut wilayah Surabaya, jam 11.00-13.30 pelaksanaan berjalan lancar dan tidak ada gangguan apapun, sehingga kita katakan disposal berjalan aman dan tertib,” kata Barung.

Barung mengatakan di lokasi pertama di rumah terduga pelaku bom tiga gereja di Surabaya, Dita Oepriarto, tim Gegana menemukan bom aktif dan siap ledak.

“TKP di rumah Dita ditemukan 15 buah, kemudian bom aktif dipakai di ransel ada 3. Kemudian bahan lain, ditambah dengan busur dan alat panah,” kata Barung.

Selain itu, lanjutnya, petugas juga menemukan cukup banyak bahan racikan pembuat dasar bom, senapan angin, rangkaian elektronik untuk menyambung baterai, kabel, bahan peledak bom pipa, dan rangkaian siap pakai.

Untuk lokasi kedua di rumah kontrakan Tri Murtiono terduga pelaku teror di Mapolrestabes Surabaya, tim Gegana menemukan juga bom pipa dan sejumlah peralatan pendukung seperti alat timbang.

“Jenis bom pipa ada 4 siap meledak, bom aktif ada 2 dan bahan elektronik lainnya, kabel, baterai, detonator,” katanya.

Sedangkan, di lokasi ketiga di rumah Anton Ferdiantono, terduga pelaku bom di Rusunawa Wonocolo, Sidoarjo didapatkan satu bom aktif.

“Tapi bahan dasar pembuatan bom setelah selesai hasil laboratorium forensik keluar, dasar pembuatan bom cukup banyak, baik sulfur, belerang, kita lakukan disposal,” tuturnya. (cni/adi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *