32 Orang Tewas Saat Gencatan Senjata di Suriah Berakhir

Sebagian wajah kota Aleppo, ibu kota Provinsi Aleppo, yang sekaligus kota terbesar kedua di Suriah, compang-camping akibat perang saudara yang telah berjalan sejak Maret 2011.

Sebagian wajah kota Aleppo, ibu kota Provinsi Aleppo, yang sekaligus kota terbesar kedua di Suriah, terlihat kepulan asap akibat serangan dari udara.

GLOBALINDO.CO, DAMASKUS –Sedikitnya 32 orang yang tewas dekat kota Aleppo, Suriah utara, akibat serangan dari udara yang menargetkan sebuah konvoi bantuan kemanusiaan.

Insiden tersebut terjadi saat gencatan senjata di Suriah yang disponsori AS dan Rusia berakhir pada Senin (19/9/2016) pukul 19.00 waktu setempat atau 22.00 WIB.

Sejumah truk-truk Bulan Sabit Merah terkena serangan ketika sedang mendistribusikan bantuan ke Urm al-Kubra, di Provinsi Aleppo, sebagai kegiatan kemanusiaan rutin.

“Dilaporkan telah jatuh korban tewas serta terluka dari kalangan sipil. Beberapa dari korban tersebut masih terjebak di bawah reruntuhan,” tegas Bulan Sabit Merah di akun Facebook mereka.

Menurut sumber, seperti dilaporkan kantor berita berita Agence France-Presse, serangan terjadi bersamaan dengan berakhirnya gencatan senjata pada Senin malam.

“AD Suriah telah mengumumkan gencatan senjata hingga Minggu malam, tetapi Rusia meminta perpanjangan dan gencatan senjata akan berakhir Senin malam,” kata seorang sumber militer Suriah.

Gencatan senjata dimulai pada 12 September malam ketika militer Suriah mengumumkan penghentian tembak menembak di seluruh negeri.

Begitu gencatan senjata ini diberlakukan, kekerasan langsung berkurang di medan-medan pertempuran, tetapi pekan lalu pertempuran pecah di provinsi Hama dan Homs, termasuk di Damaskus timur.

Kesepakatan gencatan senjata ini kemudian terancam dengan serangan udara koalisi AS menghantam posisi AD Suriah di wilayah timur yang menewaskan puluhan tentara Suriah.

Pada Minggu (18/9/2016), serangan udara pertama Suriah sejak gencatan senjata diberlakukan menghantam posisi oposisi di kota Aleppo dan menewaskan seorang warga.

Moskwa menuduh pasukan pemberontak melanggar perjanjian gencatan senjata dan mengatakan Washington harus bertanggung jawab atas aksi kekerasan ini.

Terkait serangan yang menarget kelompok pegiat kemanusiaan Bulan Sabit Merah, sumber mengatakan, serangan udara diduga berasal dari pasukan Suriah atau koalisi Rusia.

Belum ada konfirmasi resmi dari Damaskus dan Moskwa terkait insiden yang menimpa konvoi truk-truk Bulan Sabit Merah itu. (kmp/nur)