Ini Rahasia Bezos Kantongi Rp 2.000 Triliun, Gusur Dominasi Bill Gates

oleh
CEO Amazon, Jeff Bezos sukses menggusur Bill Gates dari puncak daftar orang terkaya dunia dengan total harta 137,2 USD atau hampir Rp 2.000 triliun setelah berhasil menaikkan puninya sebanyak USD 5 miliar.

GLOBALINDO.CO – Dominasi Bill Gates di puncak daftar orang terkaya dunia dalam beberapa tahun terakhir mulai tergusur. Adalah Jeff Bezos, CEO Amazon pemilik harta 137,2 USD atau sekira 1,944 triliun yang sukses mengkudeta bos Microsoft dari posisi puncak orang terkaya dunia sesuai data yang dirilis Forbes 1 Juni 2018.

Kekayaan Bezos itu lebih banyak USD 49 miliar dari harta Gates dan kira-kira lebih kaya USD 60 miliar dibandingkan Warren Buffet. Bagaimana kiat Bezos sampai sukses menaikkan pundi kekayaannya?

Jeff Bezos menjadi orang terkaya dunia setelah berhasil menaikkan kekayaannya sebesar USD 5 miliar. Meningkatnya jumlah kekayaan ini hanya salah satu dari banyak pencapaian yang Bezos nikmati tahun ini.

Selain itu, ekspansi sejumlah bisnisnya, terutama Amazon juga menjadi penyumbang hartanya yang kian moncer. Dikutip  dari Cnet, Selasa (26/6), sukses Bezos menjadi orang terkaya dunia sejak awal 2018 turut membuat Amazon menjadi perusahaan paling bernilai ke- 2 di dunia setelah Apple.

Para pelanggan Amazon tetap setia meski raksasa ritel online ini menaikkan harga utama demi menjamin lebih banyak layanan dan fasilitas. Bahkan miliuner Warren Buffet kini menyesal tidak melakukan investasi di Amazon saat ada kesempatan.

Lalu apa rahasia Bezos bisa sukses mengantongi harta sebanyak itu?

Rahasia dan kiat sukses Bezos paling besar adalah konglomerat berkepala plontos ini selalu berani mengambil resiko dalam berbisnis. Apabila melihat ke belakang, sukses yang dicapai Bezos bermula dari pilihan berisiko yang ia ambil saat berusia 30 tahun.

Bezos adalah murid berpestasi dan selalu mendapatkan nilai A saat di sekolah tinggi. Ia diterima di universitas bergengsi Amerika Serikat, yaitu Princeton University.

Menurut Biografi karangan Brad Stone berjudul ‘The Everything Store: Jeff Bezos and the Age of Amazon’, dia mengambil jurusan komputer dan teknik elektro. Setelah lulus, ia bekerja di berbagai perusahahaan keuangan dan teknologi.

Pada tahun 1990-an, saat ia menjadi wakil direktur pengelola investasi global di perusahaan D.E. Shaw, Bezos punya ide untuk menjual buku di internet.

Namun jika ia melakukannya, ia akan mengambil risiko besar dan mau tidak mau mengorbankan pekerjaannya yang sudah stabil. “Saya menemukan fakta bahwa penggunaan web berkembang sebesar 2.300% per tahunnya,” ujar pria Bezos.

“Saya tidak pernah melihat hal lain berkembang secepat itu. Membuat toko buku online yang berisi berjuta-juta macam buku berbeda adalah suatu hal yang tidak mungkin ada di dunia nyata. Itu ide yang sangat menarik untuk saya,” tambahnya.

Pada perhelatan Summit LA conference tahun 2017, Bezos mengingat saat ia memberitahu atasannya tentang idenya untuk membuat toko buku online.  “Saat itu atasan saya berkata, ‘Ini ide yang bagus. Tapi ide ini lebih bagus buat orang lain belum punya pekerjaan yang baik’,” kisah Bezos.

Saat itu, Bezos membayangkan jika dirinya tidak mengambil kesempatan yang ada, dengan mengabaikan komentar bosnya, mungkin dia akan mengatakan hal yang sama saat ia berumur 80 tahun.

“Seringkali penyesalan terbesar kita adalah karena tindakan yang tidak kita lakukan. Keputusan yang tidak kita ambil akan menghantui kita, dan kita akan terus menerka apa yang mungkin terjadi,” urainya.

Dirinya yakin bahwa keputusannya tersebut tidak akan membuat dirinya menyesal saat berusia 80 tahun. Karena setidaknya, dirinya sudah mencoba kesempatan yang ada.

“Kalau saya mengalami kegagalan, tidak masalah. Saya akan merasa sangat bangga karena saya telah mencoba. Saya tahu bahwa jika saya tidak mencobanya, saya akan merasa dihantui oleh kemungkinan-kemungkinan lain,” ujarnya.

Keberanian mengambil risiko itulah yang akhirnya membuat Bezos mantap keluar dari pekerjaannya dan mendirikan perusahaan impiannya pada 1994. Keberanian dan kegigihannya berbuah manis dengan berdirinya Amazon tiga tahun kemudian.

Hingga tahun ini, untuk pertama kalinya dalam sejarah, Amazon masuk kedalam 10 besar perusahaan Fortune 500 pada 21 Mei 2018, berdampingan dengan perusahaan raksasa lainnya seperti Apple, Berkshire Hathaway, Exxon Mobil dan Walmart.

Dengan pendapatan sebanyak USD 177,87 miliar, Amazon kini berada di urutan ke-8 perusahaan terbesar Amerika Serikat. Pencapaian ini naik 4 peringkat dari rankingnya di tahun lalu di posisi ke-12.

Amazon pertama kali masuk dalam urutan Fortune 500 pada ranking ke-492 pada 2002. Di tahun yang sama, kompetitor terbesarnya, Walmart, mendapatkan peringkat pertama. Sejak itu, peringkat Amazon kian naik secara cepat dan hampir menyamai Walmart. (det/mun)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *