Ketum Pan Serang NasDem, Lucky Hakim Bantah Terima Uang Rp 5 M

oleh
Lucky Hakim (kanan) caleg dari kalangan artis yang pernah menjadi anggota Fraksi DPR RI Fraksi PAN kini melompat menjadi caleg Partai NasDem.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Partai Amanat Nasional membongkar praktik politik uang dalam proses rekruitmen calon legislatif di Partai NasDem. Partai nomor urut 5 ini disebut rela merogoh Rp 5 miliar untuk menggaet mantan anggota DPR yang didepak Fraksi PAN, Lucky Hakim, sebagai caleg di Pemilu 2019.

NasDem rela membajak Lucky Hakim dari NasDem dengan harga itu demi meraup suara dari popularitas sebagai artis dan mantan anggota legislatif. Transaksi politik uang NasDem dan Lucky ini terungkap dari pesan WhatsApp yang dikirim politisi berusia 40 tahun itu kepada Ketum PAN, Zulkifli Hasan.

“Kalau Lucky transfer dari Rp 5 miliar tapi baru terima Rp 2 miliar, dia sms ke saya. ada WA-nya selain karena PAW. Pokoknya dia bilang ada transfernya gitu,” ujar Zulkifli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (18/7).

Zulkifli mengkritik pola rekrutmen caleg yang dilakukan NasDem karena akan melahirkan pejabat-pejabat yang korup. Sebab, uang telah mendominasi proses politik dan demokrasi di Indonesia.

“Ya tentu kalau semua diukur pakai uang, Pilbup uang, Pilgub uang, Pileg uang, pilihan apa-apa uang. Saya kira kehancuran akan datang, korupsi merajalela, tidak mungkin berdaulat pangan kalau semua diukur sama uang,” tuturnya.

Namun, Zulkifli tak mau menyalahkan secara sepihak NasDem yang melakukan pola tersebut. Karena sistem pemilihan yang dilakukan menganut pola ‘tarung bebas’, bahkan sistem tersebut dinilai lebih liberal dibandingkan negara asal yang melahirkan demokrasi yaitu Amerika Serikat (AS).

“Ya itu risiko dari tarung bebas. Kan tarung bebas sekarang ini. Kita ini kalau Pancasila, musyawarah perwakilanlah. Ini tarung bebas makanya lebih liberal daripada asalnya sana,” tutup Zulkifli.

Tetapi nyanyian Zulkifli ini langsung dibantah oleh Lucky Hakim sendiri. Ia mengungkapan bahwa Nasdem tidak pernah memberikan atau memungut uang sepeser pun kepada dirinya.

“Saya membantah hal ini. Tentu saja di NasDem tidak ada pungutan pada anggota DPR nya. Tidak terima mahar bila mengusung dan mendukung Pilkada,” ujarnya melalui pesan singkat.

Namun, ia juga merasa tersanjung dengan rumor yang beredar itu. Sebab, ia merasa kiprahnya di panggung politik bisa dihargai miliaran rupiah.

“Memandang ibarat pujian bagi saya bahwa alhamdulillah figur saya dari sisi politik dinilai miliaran rupiah,” ujar Lucky Hakim.

Lucky mengungkapkan bahwa pernyataan dari Zulkifli Hasan tersebut tidak masuk akal. Lucky beralasan bahwa dirinya telah mundur jauh sebelum pencalegan yakni pada 11 April 2018.

Bantahan juga dilontarkan Sekjen Partai NaSdem Johnny G Plate. Ia balik menyinggung etika Zulkifli Hasan yang seharusnya tidak asal bunyi, apalagi enyangkut internal partai lain.

“Sebelum menyampaikan informasi-informasi yang penting agar dikroscek dulu akurasinya. Kan ada saya, bisa ditanya kan. Satu gedung ini,” ujarnya.

Johnny meminta Zulkifli lebih bijaksana dalam menanggapi informasi yang diterimanya dari lingkungan sekitar. Ia secara tegas mengatakan partainya menerapkan politik tanpa mahar.

“Sayang sekali kalau sampai merilis informasi yang sifatnya seperti sampah,” lanjut Johnny. (bs/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *