Kejaksaan Enggan Buka Blokir Rekening La Nyalla

oleh
La Nyalla Matalitti.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kejaksaan Tinggi Jawa Timur belum mau membuka blokir rekening milik La Nyalla Matalitti, terdakwa kasus dugaan korupsi dana hibah Pemprov yang divonis bebas dalam putusan kasasi di Mahkamah Agung. Alasannya, kejaksaan belum menerima salinan putusan bebas La Nyalla dari MA.

“Selama salinan putusan tersebut belum ditangan kita, ya kita tidak bisa berbuat banyak. Sejauh ini kita sudah berupaya untuk mendapatkan salinan putusan tersebut. Untuk lebih detailnya bisa menanyakan Pidsus Kejari Surabaya, karena pihaknya yang menangani soal administrasi tersebut,” ujar Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi, Rabu (18/7).

Soal upaya hukum Peninjauan Kembali (PK) atas putusan MA, Didik enggan berspekulasi terlalu jauh. Ia menegaskan, masih harus mempelajari putusan bebas Ketua Kamar Dagang dan Industri Jatim itu.

“Kalau salinan putusan sudah dikirim akan kita pelajari dan baru bisa menentukan langkah selanjutnya, kita tidak bisa berandai-andai terlebih dahulu,” tambahnya.

Di tempat lain, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) kejari Surabaya, Heru Kamarullah membenarkan bahwa pihaknya sejauh ini sudah melakukan upaya ‘jemput bola’ terkait putusan perkara tersebut.

“Beberapa kali kita sudah menanyakan ke Pengadilan Tipikor untuk meminta salinan putusan, dan oleh pihak pengadilan dijawab belum dikirim oleh MA,” terang Heru, Rabu (18/7).

Tak puas dengan jawaban pihak pengadilan, Heru pun ‘potong kompas’ dengan mengirimkan surat ke MA. Menurut Heru, upaya  tersebut sengaja dilakukan guna mempercepat proses hukum terhadap mantan Ketua Umum PSSI.

Jika merujuk pada silsilah proses administrasi surat, salinan putusan sebuah perkara, sejatinya jaksa hanya cukup menunggu guna memperolehnya dari pengadilan yang menyidangkan perkara tersebut. Sehingga tak perlu berkordinasi hingga ke MA, yang berada satu tingkat di atas pengadilan sesuai piramida prosedur administrasi surat.

Surat kedua dari Heru itu mendapat balasan dari MA. Diterangkan dalam surat balasan MA bahwa berkas putusan perkara La Nyalla masih tahap minutasi dan  belum ada proses pengiriman ke Pengadilan Tipikor Surabaya maupun kejaksaan.

Untuk diketahui, MA menolak kasasi jaksa pada perkara dugaan korupsi dana hibah Pemprov Jatim dengan terdakwa La Nyalla. Vonis tersebut membuat La Nyalla tetap bebas.

Putusan kasasi dengan nomor register 765 K/PID.SUS/2017 diketok pada tanggal 18 Juli 2017. Sidang kasasi dipimpim oleh hakim agung Prof Surya Jaya dibantu hakim agung Prof Mohamad Askin dan hakim agung Leopold Luhut Hutagalung. (ady)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *