Tok! Anggota DPD Dilarang Jadi Pengurus 

oleh

 

MK telah memutuskan Anggota DPD RI dilarang masuk dalam jajaran pengurus partai politik.

GLOBALINDO.CO JAKARTA – Mulai sekarang, tidak boleh ada lagi Anggota Dewan Perwakilan Daerah yang merangkap jabatan politik sebagai pengurus partai politik. Senator dilarang masuk dalam jajaran struktural pengurus parpol telah menjadi putusan Mahkamah Konstitusi, hari ini Senin (23/7).

Putusan MK ini mengabulkan permohonan uji materi Pasal 182 huruf l Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6109). Keputusan ini termaktub dalam putusan No. 30/PUU-XVI/2018 yang dibacakan Senin, (23/7).

“Mengabulkan permohonan Pemohon untuk seluruhnya. Pasal 182 huruf l Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum juga tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat secara bersyarat sepanjang tidak dimaknai mencakup pula pengurus (fungsionaris) partai politik,” kata Hakim Ketua Mahkamah Konstitusi Anwar Usman dalam sidang putusan yang dilaksanakan di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (23/7).

MK menyatakan, Frasa “pekerjaan lain” dalam UU tersebut bertentangan dengan UUD 1945. Frasa ‘pekerjaan lain’ ini sebelumnya dipersoalkan oleh Muhammad Hafidz. Dalam gugatannya atas UU Pemilu pasal 182 huruf l, Hafidz mengatakan adanya pengurus parpol sebagai anggota DPD telah mendorong adanya perubahan karakter keterwakilan DPD. DPD yang seharusnya merupakan perwakilan daerah berubah menjadi wadah parpol untuk untuk memperjuangkan kepentingannya.

“Kedua, model atau cara kerja parpol yang lebih berbasis kepada massa anggota daripada konstituensi wilayah tanda sekat keanggotaan parpol terbawa ke dalam DPD,” kata Hafidz dalam permohonannya.

Dalam pertimbangan putusan, MK juga menyatakan bahwa larangan anggota DPD menjadi pengurus parpol untuk mencegah terjadinya keterwakilan ganda parpol dalam pengambilan keputusan seperti perubahan UU. (ran/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *