KPK Kembali Geledah Lapas Sukamiskin, Bawa Dokumen dari Kamar Wawan

oleh
Lapas Klas I Sukamiskin Bandung kembali digeledah KPK, Rabu (25/7).

GLOBALINDO.CO, BANDUNG – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menggeledah Lapas Sukamiskin, Bandung pasca operasi tangkap tangan (OTT) Kalapas Wahid Husen. Dalam penggeledahan itu, KPK membawa beberapa dokumen yang terkait dengan kasus tindak pidana pencucian uang (TPPU) dari Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan.

“Betul tadi sekitar pukul 14.45 kita kedatangan KPK yang didampingi anggota dari Polrestabes Bandung. Maksud dan tujuan untuk membuka segel kamar dua orang narapidana,” ucap Plt Kalapas Sukamiskin Kusnali usai penggeledahan KPK di Lapas Sukamiskin, Jalan AH Nasution, Kota Bandung, Rabu (25/7).

Penggeledahan oleh tim KPK berlangsung selama empat jam. Sejumlah petugas datang pukul 14.30 WIB dan baru keluar lapas sekitar pukul 18.30 WIB.

“Durasi berapa lamanya di setiap kamar kita enggak tahu. Yang pasti tadi mulainya jam 14.45 saja,” katanya.

Menurut pengacara Wawan, Tubagus Sukatma, saat ini selain sebagai narapidana korupsi, suami Wali Kota Tangerang Selatan Airin Rachmi Diany itu menjadi tersangka kasus pencucian uang. Sukatma mengatakan kegiatan yang dilakukan lembaga antirasuah itu adalah membuka segel kamar.

“Betul ada kegiatan buka segel kamar, beberapa dokumen diambil KPK tapi menurut klien saya, seluruhnya tidak ada dokumen yang berkaitan dengan operasi tangkap tangan (OTT),” kata Sukatma.

Sebelumnya, kamar Wawan dan Fuad Amin disegel dalam rangkaian operasi tangkap tangan terhadap Kepala Lapas Sukamiskin Wahid Husein.

Menurut Sukatma, kondisi Wawan saat ini sehat. Selama selnya disegel KPK, Wawan tidur menumpang di kamar narapidana lain.

Sukatma menjelaskan, saat KPK melakukan operasi tangkap tangan pekan lalu, kamar Wawan terkunci. Adik bekas Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah itu juga tak berada di sel.

Dengan dibukanya segel tersebut, Kusnali mengatakan kamar sudah kembali bisa digunakan oleh Fuad Amin dan Wawan. Wawan yang selama kamarnya disegel menghuni sel lain, kini kembali ke dalam kamarnya. Sementara Fuad yang selama ini berada di rumah sakit, nantinya akan kembali ke kamarnya.

“Saya tadi tanyakan kepada KPK apakah bisa dimanfaatkan lagi oleh warga binaan, jawabannya bisa. Sekarang sudah bisa memanfaatkan kamarnya yang semula,” ujar Kusnali.

Selain dua kamar milik Wawan dan Fuad, KPK juga membuka segel ruangan Kalapas Sukamiskin. Ruangan tersebut sempat disegel pasca operasi tangkap tangan (OTT) KPK kepada Kalapas Wahid Husen. (dt/nad)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *