Spionase Wanita Rusia Dituduh Gunakan Seks untuk Pengaruhi Politisi AS

oleh
Maria Butina, wanita Rusia berusia 29 tahun yang didakwa bekerja untuk Biro Intelijen Rusia (FSB) dan menggunakan rayuan seks untuk mempengaruhi politisi AS.

GLOBALINDO.CO – Dunia intelijen digegerkan penangkapan Maria Butina, warga Rusia yang dituduh melakukan kegiatan spionase di Amerika Serikat untuk kepentingan negaranya. Yang mencengangkan, jaksa AS menuduh Butina menggunakan seks sebagai senjata untuk mempengaruhi dan masuk dalam jaringan elit politik negeri Paman Sam.

Butina disebut menjalankan agenda Moskow di AS dengan memanfaatkan jaringan aktivis sayap kanan dan sejumlah anggota Partai Republik di AS. wanita berusia 29 tahun itu melakukan komunikasi dengan intelijen Rusia dan para taipan jaringan Kremlin.

Diam-diam, Butina menggunakan pengaruhanya terhadap para elit politik AS untuk mengintervensi kampanye yang melibatkan perencanaan penting, koordinasi internasional, dan persiapan. Butina memang dikenal paling akrab dengan gerbong politisi Partai Republik di AS.

Sepak terjang alumni Universitas Amerika ini terbongkar penggeledahan yang dilakukan FBI di apartemen Butina di Washington pada April lalu. Dalam pengeledahan itu, petugas menemukan sejumlah perangkat komunikasi elektronik seperti laptop dan iPhone yang berisi informasi kontak termasuk alamat email yang terhubung dengan domain FBI dan individu-individu yang bekerja di kantor intelijen Rusia (FSB).

“Berdasarkan ini dan bukti lainnya, FBI percaya bahwa terdakwa sepertinya berhubungan dengan FSB selama dia tinggal di Amerika Serikat,” ujar jaksa dalam dakwaannya setebal 29 halaman, seperti dikutip dari TIME, pekan lalu.

Pada Maret 2018, Butina yang tinggal di AS dengan visa pelajar berbagi info rahasia dengan seorang agen intelijen Rusia yang menyamar sebagai diplomat. Butina juga menjalin hubungan dengan pengusaha kaya raya yang masuk dalam jaringan oligarki Rusia.

“Pengusaha itu terkenal di Rusia memiliki ikatan kuat dengan Pemerintahan Presiden Rusia.”

Untuk membongkar identitas pengusaha tajir itu, jaksa mengutip laporan Forbes tentang pengusaha Rusia itu memiliki harta kekayaan senilai 1,2 miliar USD pada tahun 2018. Forbes dalam laporannya menyebut ada 11 warga Rusia yang kekayaannya setara dengan angka itu.

Salah satu elit politik yang dekat dengan Maria Butina adalah politisi Partai Republik, Devin Nunes (kiri).

Butina ditangkap di Washington dengan tuduhan agen Rusia yang tidak terdaftar. Beberapa hari setelah penangkapannya, FBI mengamatinya berusaha untuk meninggalkan AS dengan menghentikan penyewaan apartemennya, membenahi barang-barangnya dalam boks, dan pergi ke penyewaan truk U-Haul dan mentransfer uang sebesar 3.500 USD ke satu nomor rekening di Rusia.

Rabu pekan lalu (18/7), Maria Butina menjalani sidang perdananya dengan dua dakwaan, yakni melakukan kegiatan konspirasi dan kegiatan intelijen Rusia di AS. Juri pengadilan menyetujui dua dakwaan terhadap Butina, konspirasi dan agen intelijen asing.

FBI menuduh Butina bekerja sama dengan mentornya, Alexander Torshin, membangun komunikasi dengan sejumlah politikus Amerika Serikat melalui jalan belakang.

Pengacara Butina, Robert Driscoll, di persidangan membantah dakwaan dengan menjelaskan bahwa Butina memberikan kesaksian sebelum rapat Komisi Senat Intelijen ditutup beberapa bulan lalu dan penggeledahan FBI pada April lalu. Namun upaya Butina keluar dari jerat hukum tidak berhasil.

Butina ditangkap aparat penegak hukum AS pada hari Minggu, 15 Juli. Ia dijebloskan ke penjara menunggu persidangan digelar. Tiga bulan lalu, FBI menggeledah rumahnya. (tim/ara)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *