KPU akan Coret Bacaleg Eks Napi Koruptor

oleh
Tahapan Pemilu 2019 memasuki verifikasi berkas bakal calon legislatif di KPU untuk ditetapkan menjadi daftar caleg sementara (DCS).

GLOBALINDO.CO, JAKATA – Komisi Pemilihan Umum telah mengeluarkan aturan larangan bekas narapidana kasus korupsi menjadi calon legislatif 2019. Imbasnya, KPU tidak akan memberikan kesempatan dua kali partai politik untuk mengganti bacaleg eks napi koruptor setelah verifikasi perbaikan berkas.

Perbaikan berkas yang disampaikan para parpol kemarin berupa dokumen ijazah, kesehatan, data diri seperti KTP elektronik dan kelengkapan administrasi persyaratan bacaleg. Terkait bacaleg eks koruptor, KPU belum bisa memastikan apakah bacaleg yang diajukan parpol-parpol itu sudah diganti atau belum.

“Kami belum tahu apakah itu (eks napi koruptor) sudah diganti dengan yang lain atau enggak diganti, atau dibiarkan saja dan dimasukin lagi, kan kita belum tahu. Kan sekarang kami baru periksa kelengkapan saja, apakah semua dokumen lengkap,” kata Ketua KPU Arief Budiman di kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/8)..

Arief menegaskan, jika parpol tidak mengganti bacaleg eks napi koruptornya, maka KPU akan tetap menetapkan yang bersangkutan tidak memenuhi syarat (TMS) dan tidak bisa diganti kembali karena masa perbaikan sudah ditutup.

“Kalau kemarin kami temukan (bacaleg eks koruptor) harus diperbaiki. Tetapi (jika) saat ini tidak diperbaiki, ya TMS. Enggak ada (perbaikan lagi). Kan sudah dikasih kesempatan buat perbaikan,” tutup Arief.

KPU melarang eks koruptor menjadi caleg dalam Peraturan KPU Nomor 20 Tahun 2018 tentang Pencalegan. Aturan ini ditentang DPR dan pemerintah yang akhirnya memaksa KPU tetap menerima pendaftaran bacaleg eks koruptor, sambil menunggu hasil gugatan atas peraturan itu di MA.

Namun hingga masa perbaikan persyaratan selesai malam tadi pukul 24.00 WIB, KPU memutuskan tetap mencoret bacaleg eks koruptor karena tidak bisa menunggu putusan MA lagi. Hal itu mengingat tahapan Pileg harus terus berjalan.

KPU telah menerima berkas perbaikan bakal caleg dari 16 partai politik hingga pukul 24.00 WIB malam tadi. KPU akan kembali mengecek kelengkapan berkas persyaratan para bacaleg dari 80 dapil itu sebelum penetapan Daftar Caleg Sementara (DCS).

“Jadi perbaikan-perbaikan yang sudah dilakukan itu kami akan cek keabsahannya. Setelah itu kami akan melakukan rapat internal buat persiapan penetapan Daftar Caleg Sementara (DCS). Kemudian kita umumkan, lalu kemudian kami minta masukan dan tanggapan dari masyarakat,” kata

Arief mengatakan, berdasarkan jadwal tahapan, KPU akan menetapkan DCS pada durasi waktu 8-12 Agustus. ”Kalau engga salah antara itu. Nah, nanti kami belum tahu akan kami tetapkan pada tanggal berapa,” ucap Arief. (kun/gin)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *