Jokowi Sudah Tetapkan Cawapres, Prabowo Jajaki Ustad Somad

oleh
Joko Widodo banyak disebut cocok menggandeng Ketua MUI Kh Ma'ruf Amin untuk menghadapi tantangan Prabowo Subianto yang disodori Ustad Abdul Somad sebagai cawapres di Pilpres 2019.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Presiden Joko Widodo diam-diam sudah menyimpan satu nama yang dipastikan akan menjadi calon wakil presidennya. Meski masih dirahasiakan dari publik, namun nama tersebut sudah diketahui dan diterima oleh semua ketua umum dan sekjen parpol pendukungnya.

“Sudah itu. Yang ada di kantongnya Pak Jokowi satu, yang kita omongin itu tiga,” ujar Sekjen PPP Arsul Sani di Kompleks Geung DPR, Senayan, Jakarta.

Arsul mengungkapkan, memang satu nama itu dipilih Jokowi dari tiga kandidat yang disodorkan parpol koalisi pendukung calon incumbent. Nama itu dikonsultasikan kepada sembilan sekjen partai pendukung.

Namun Arsul menutup rapat satu nama yang dimaksud. “Soal nama ya, satu cawapres, yang kedua hal-hal ya. Soal yang namanya rahasia ya kok tanya ke saya. Saya melanggar wasiat dong. Lah iya, rahasia namanya,” kata Arsul.

Yang pasti, lanjut Arsul, seluruh Sekjen parpol, khususnya PPP, yang hadir dalam pertemuan itu menerima dengan senang hati cawapres pilihan Jokowi.

“Yang jelas sih PPP sih senyum saja gitu, loh. Artinya kita itu enggak kecewa, enggak cemberut,” ucap Arsul.

Koalisi pendukung telah sepakat menyerahkan keputusan cawapres kepada Jokowi. “Semuanya senyum enggak ada, semuanya senyum semalam itu loh, padahal enggak dapat uang saku,” ungkap Arsul.

Situasi berbeda di internal koalisi pendukung Prabowo Subianto. PKS dan PAN masih ‘bersitegang’ dengan Partai Demokrat yang tiba-tiba menyerobot hati Prabowo dan Gerindra.

Usai kesepakatan koalisi diputuskan Prabowo dengan Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (30/7) lalu, partai oposisi ini menunjukkan sinyal lebih memfavoritkan Partai Demokrat dibanding PKS dan PAN yang lebih dulu loyal dengan Gerindra. (Baca: Tandingi Manuver SBY, PKS Manfaatkan Ijtimak Ulama untuk Pendamping Prabowo).

Karena itulah, PKS dan PAN memanfaatkan kekuatan sejumlah ulama GNFP untuk menggoyahkan pikiran Prabowo. Dua parpol ini menyodorkan dua nama cawapres hasil Ijtima Ulama GNFP kepada Prabowo sebagai bargain yakni Salim Segaf Al Jufri (Ketua Dewan Syuro PKS) dan Ustad Abdul Somad. (Baca: Tandingi Manuver SBY, PKS Manfaatkan Ijtimak Ulama untuk Pendamping Prabowo).

Prabowo yang semula menyepelekan rekomendasi ini perlahan mulai mempertimbangkan satu nama untuk menenangkan hati PKS yang mengancam abstain dari koalisi. Prabowo dalam waktu dekat diagendakan bertemu dengan Ustad Abdul Somad.

“Meskipun ada kabar juga yang bersangkutan tidak bersedia dan mau berkonsentrasi dibidang dakwah dan sebagainya, tapi kita ingin apa yang menjadi rekomendasi dari ijtima ulama itu kita jajaki. Kita ingin tahu juga pikiran-pikiran seperti apa beliau kan pasti seorang ulama besar dan disegani,” kata Wakil Ketua Umum Gerindra Fadli Zon saat ditemui di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, tadi malam.

Wakil Ketua DPR ini mengungkapkan, jadwal pertemuan Prabowo dengan Ustaz Abdul Somad dilakukan berdasarkan perkembangan politik yang ada.

“Kita lihat nanti perkembangan, tapi kita sudah berusaha menghubungi Ustaz Abdul Somad sendiri,” ucapnya.

Menurut Fadli, Ustaz Abdul Somad merupakan ulama besar. Saat ini ketokohannya sangat disegani dan memiliki pengikut yang banyak.

“Jadi kita ingin tahu juga pemikirannya tentang bangsa dan negara dan sebagainya. Saya yakin beliau juga seorang yang punya tanggung jawab lah sebagai warga negara. Tapi nanti kembali kepada keputusan di partai politik untuk menentukan diantara tiga atau empat (cawapres),” jelas Fadli.

Saat ini, memang hanya tiga nama bakal cawapres yang menguat di internal koalisi pendukung Prabowo Subianto. Mereka adalah Ustad Abdul Somad, Salim Segaf Al Jufri dan Kogasma Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono. (put/gin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *