46 Juta Data Pribadi Pengguna Ponsel Malaysia Bocor

Ilustrasi pengguna Ponsel.

GLOBALINDO.CO, MALAYSIA – Di tengah proses registrasi ulang kartu pengguna Ponsel oleh Kominfo, tersiar kabar mengkhawatirkan dari negeri tetangga, Jiran. Sebanyak 46 juta data pribadi pengguna Ponsel di Malaysia telah bocor di dark web. Informasi yang bocor termasuk nomor telepon, serial number ponsel, hingga alamat rumah.

Dark web atau dark net merupakan serangkaian situs online yang beroperasi menggunakan jaringan internet namun hanya bisa diakses dengan software khusus. Oleh karena itu, internet tersembunyi ini sering digunakan oleh para pelaku kejahatan.

Kebocoran data dalam jumlah masif ini pertama kali dilaporkan oleh situs berita teknologi Malaysia, Lowyat.net. Situs ini memberitakan bahwa ada seseorang yang berusaha menjual database pengguna Ponsel Malaysia di forum miliknya.

(Baca Juga: Kaspersky Sebut Hacker Korut Serang Perbankan Indonesia Demi Kumpulkan Biaya Proyek Nuklir)

Si pelaku mencoba menukarkan database tersebut dengan sejumlah uang digital, Bitcoin. Transaksi Bitcoin tidak bisa dilacak sehingga populer di kalangan dunia hitam, termasuk pelaku serangan cyber.

Data tersebut didapat dengan meretas 12 operator lokal Malaysia. Tidak hanya itu, situs milik pemerintah, seperti Malaysian Medical Council, Malaysian Housing Loan Applications, hingga National Specialist Register of Malaysia juga menjadi sasaran. Informasi pribadi yang diunggah melalui Jobstreet.com pun berhasil diretas.

Setelah mengetahui adanya kebocoran besar-besaran, Lowyat.net langsung melaporkannya kepada komisi pengawas komunikasi, Malaysian Communications and Multimedia Commision (MCMC) pada 18 Oktober lalu. Setelah itu, MCMC meminta Loywat.net untuk menurunkan berita tersebut.

Meski begitu, MCMC langsung mengonfirmasikan kabar tersebut melalui Facebook resminya sehari kemudian. Menurut MCMC, ada 46,2 juta pelanggan mobile yang datanya bocor. Penduduk Malaysia sendiri diketahui ada sebanyak 32 juta jiwa.

Kasus ini segera diselidiki oleh MCMC selaku pihak yang berwenang. Tidak hanya itu, MCMC juga telah melakukan pertemuan pada perusahaan komunikasi terkait untuk membahas insiden ini lebih lanjut.

“Kami telah mengidentifikasi beberapa sumber kebocoran yang potensial.Kami harus bergerak cepat untuk dapat menyelesaikan penyelidikan sesegera mungkin,” kata Menteri Komunikasi Malaysia, Salleh Said Keruak seperti dilansir AFP, Kamis (2/11/2017).

Kebocoran data secara masif ini disinyalir tidak hanya merugikan penduduk Malaysia. Dikutip dari BBC, penduduk Asing yang tengah bekerja dan menggunakan operator lokal Malaysia juga terkena imbas.

Berdasarkan peraturan dari pemerintah Malaysia, penyedia layanan diwajibkan untuk menjaga data pribadi tetap rahasia. Hal ini diungkapkan langsung oleh Direktur Operasional MCMC, Mazlan Ismail.

Mazlan mengatakan insiden ini seharusnya menjadikan penyedia layanan lebih memperketat keamanannya. Apalagi menyangkut identitas pengguna.

“Layanan komunikasi tidak bisa lepas dari aspek keamanan, (penyedia layanan) harus bekerja sama, dan fitur keselamatan penting untuk mendapatkan kepercayaan konsumen,” ujar Mazlan.(kcm/ziz)

Tags: