58 Tewas-200 Luka, Tragedi Las Vegas Noda Terbesar Kepemimpinan Donald Trump

oleh
Ilustrasi aksi penembakan brutal di Las Vegas, Amerika Serikat.

GLOBALINDO.CO, LAS VEGAS – Tragedi penembekan brutal di Las Vegas yang menewaskan 58 orang dan melukai 200 lainnya menjadi noda terbesar dalam sejarah modern Amerika Serikat. Ironisnya, noda besar itu muncul di masa kepemimpinan Presiden Donald Trump.

Penembakan yang diyakini dilakukan oleh seorang pria bersenjata (lone wolf), Stephen Paddock (64), dipastikan menjadi aksi penembakan massal terbesar dalam sejarah modern Amerika Serikat. Jumlah korban tewas melampaui jumlah korban penembakan di kelab malam Florida tahun lalu, yang merenggut 49 nyawa.

(Baca Juga: Pengunjung Konser di Las Vegas Ditembaki, 20 Orang Tewas, 100 Luka-luka)

Berbagai reaksi muncul atas penembakan yang dilaporkan dilancarkan oleh pelaku tunggal tersebut. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump menyampaikan belasungkawa dan simpati kepada para korban dan keluarga mereka.

Gubernur Nevada, Brian Sandoval, mengeluarkan pernyataan lewat Twitter.

“Aksi kekerasan yang tragis dan mengerikan telah mengguncang #Nevada family. Doa kami untuk para korban dan semua orang yang terkena dampak akibat tindakan pengecut ini.”

Terduga penembak dilaporkan melancarkan aksinya dari lantai 32 di Mandalay Bay Resort dengan memberondong tembakan ke arah penonton konser.

“Perhatian dan doa kami berikan kepada para korban peristiwa tragis tadi malam. Kami berterima kasih atas tindakan segera yang dilakukan oleh pihak-pihak yang pertama kali memberikan respons.” Demikian pernyataan yang dikeluarkan oleh manajemen Mandalay Bay Resort.

Senator dari Negara Bagian Nevada Dean Heller, menyebut, penembakan tersebut sebagai aksi kekerasan yang tak berperikemanusiaan dan mengerikan.

Kepolisian Las Vegas mengatakan, pihak berwenang menemukan dua kendaraan yang mungkin bisa dijadikan alat bukti.

Mereka juga menemukan seorang perempuan, Marilou Danley, yang diduga bepergian bersama terduga penembak sebelum serangan.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *