6.132 Guru Swasta di Surabaya Akan Dapat Gaji Sesuai UMK 2019

oleh
Wali Kota Surabaya, saat mengumpulkan para guru.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kabar gembira bagi guru swasta di Kota Surabaya. Sesuai pembahasan RAPBD tahun 2019, baik Pemerintah Kota Surabaya maupun anggota dewan sudah sepakat memberikan gaji sesuai Upah Minimum Kota (UMK) bagi tenaga pendidik dengan status non PNS.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Surabaya, Eri Cahyadi menyebutkan jumlah guru swasta di Surabaya mencapai 10 ribu. Namun yang akan memperoleh subsidi hanya sekitar 6.132 tenaga pengajar.

“Rinciannya sebanyak 3.798 orang guru dari jenjang SD, dan sebanyak 2.334 orang guru dari jenjang SMP,” ujar Eri Cahyadi, Rabu (28/11/2018).

Eri Cahyadi mengatakan alokasi untuk subsidi pemberian gaji UMK guru swasta SD SMP di APBD 2019 sebesar Rp 81,9 miliar.

“Asumsi kita adalah guru yang kita subsidi adalah yang sudah mencadangkan biaya gaji antara Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu perbulannya,” kata Eri.

Syarat itu diberlakukan sebab menurut Eri tidak mungkin Pemkot memberikan subsidi ketika yayasan tidak memberikan gaji sama sekali pada guru swasta. Apalagi, dalam perwali juga sudah ada aturan untuk pembiayaan subsidi bagi guru swasta.

Dalam konsultasi dengan para pakar, Eri juga menyebut bahwa ada masukan bahwa subsidi yang diberikan Pemkot adalah maksimal 60 persen dari gaji UMK yaitu Rp 3,8 juta.

“Maka teman-teman yayasan harus memberikan gaji ke guru. Kita anggarkan subsidi bagi mereka adalah mereka yang sudah mencadangkan gaji antara Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu perbulannya,” kata Eri.

Lebih lanjut Eri mengatakan total guru swasta di Surabaya sekitar 10 ribu. Namun memang yang dianggarkan subsidi adalah 6 ribuan.

Sisanya adalah yang yayasannya belum memberikan gaji antara Rp 500 ribu hingga Rp 700 ribu per bulan. Di bawah itu maka guru yayasan tersebut tidak akan dapat subsidi gaji dari Pemkot.

“Ini kami harap akan jadi pemicu bagi mereka. Dan sebagai pemerintah kita tidak bisa menyalahkan tapi kita akan membina supaya semua pihak saling konek, nggak mungkin Pemkot subsidi sementara yayasan tak berikan apa-apa,” katanya.

Sementara itu, Eri juga menyampaikan bahwa dalam persyaratan guru yang menerima subsidi adalah guru mata pelajaran. Guru yang memiliki jam mengajar 24 jam. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *