67 Pejabat Dirotasi Risma, Gloria Puspa Cendana Dipindah Tugaskan

oleh

 

Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini saat melantik 67 pejabat di ruang lantai dua balai kota.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini kembali mutasi pejabat di lingkungan pemerintah kota, Selasa (25/4/2018). Dalam mutasi kali ini, ada 67 pejabat yang di mutasi.

Mereka terdiri dari berbagai eselon. Mulai dari eselon III.b 3 orang, IV.a 20 orang dan IV.b dan 44 orang.

Dari data Badan Diklat dan Kepegawaian Pemkot Surabaya, ke 67 pejabat yang terkena mutasi itu masuk program promosi jabatan sebanyak 43 orang.Sedangkan yang dirotasi dijabatan level yang sama sebanyak 24 orang.

Dari 67 pejabat itu, meliputi kepala bidang 1 orang, sekretaris kecamatan 2 orang, kasi atau kasubag pada badan/dinas/satuan/inspektorat/setwan 10 orang, lurah 6 orang, kasi/kasubag pada kecamatan 8 orang dan sekel/ kasi kelurahan sebanyak 40 orang.

Lurah yang terkena mutasi di gerbong mutasi kali ini di antaranya adalah Gloria Puspa Cendana.S.STP,M.A dari lurah Medokan Ayu dimutasi menjadi Kasi Olahraga Rekreasi Dinas Kepemudaan dan Olah Raga.

Sedangkan dua jabatan eselon II, Kepala Bapeko dan Kepala Disparta untuk sementara dibiarkan kosong, hanya dijabat oleh oleh pelaksana tugas. M Taswin merangkap jabatan Asisten II Sekota sedangkan Kepala Disparta dirangkap Kasatpol PP Irvan Widyanto.

Dipindahnya Gloria Puspa Cendana dari jabatan lurah cukup mengejutkan. Sebab jabatan lurah Medokan Ayu lumayan sebentar diemban perempuan lulusan STPDN itu. Buktinya lurah lainnya yang dimutasi bersamaan dengannya sampai saat ini masih aman.

“Ya mutasi siapa saja kan gpp mas. Mutasi dilakukan setelah dilakukan evaluasi terhadap semua personil. Yang jelas bu walikota bisa melakukan kapan saja kepada siapa saja mutasi tersebut,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Pemkot Surabaya, Mia Santi Dewi.

Dipindahnya Gloria Puspa Cendana memang cukup menyita perhatian di kalangan pegawai Pemkot Surabaya. Apalagi setelah dari lurah dipindah ke jabatan yang bukan promosi, hal ini mengingat perempuan itu pernah menjabat ajudan walikota Surabaya selama setahun.

Soal mutasi Gloria ini, dijelaskan Kabag Humas Pemkot Surabaya M Fikser yang juga sesama alumnus STPDN. Menurutnya mutasi itu agar tak mengganggu kinerja Pemkot Surabaya.

“Gloria ini kan sudah diperiksa oleh Itwilkod Surabaya karena masalah pribadi. Tapi sejauh ini dia tak terbukti bersalah . Hanya demi pelayanan publik saja agar tidak terganggu,” kata pejabat asal Serui, Papua ini. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *