81 Pejabat Pemkot Surabaya di Rotasi

oleh
Sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Surabaya, saat mengikuti pengambilan sumpah jabatan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Wali Kota Surabaya, Tri Rismaharini kembali menggelar mutasi pejabat di lingkungan pemerintah kota. Tidak tanggung-tanggung, ada 81 pejabat yang dirotasi dalam mutasi kali ini.

Dari 81 pejabat yang dirotasi, rinciannya berdasarkan eselon II B sebanyak 9 orang setara dengan Kepala Dinas. Sedangkan 72 lainnya terdiri dari Kepala Bagian, Kepala Sub Bagian, Kepala Seksi, camat, sekretaris kecamatan, lurah, dan sekretaris kelurahan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dalam sambutannya menyampaikan beberapa hal. Yang pertama, rotasi pejabat ini dilakukan di lingkungan Pemkot Surabaya dalam rangka kebutuhan organisasi yang harus diperbaharui. Sebab menurutnya, semakin lama permasalahan kota ini semakin tinggi dan berat.

“Banyak sekali perhatian dunia kepada Kota Surabaya. Karena itu, kita memang harus bekerja keras. Saya tahu ini tidak mudah, tapi itulah yang terjadi di Kota Surabaya,” kata wali kota Risma, dihadapan puluhan pejabat yang baru saja dilantik.

Dalam kesempatan ini, Wali kota perempuan pertama di Surabaya ini juga mengingatkan kepada para pejabat yang baru saja dilantik, agar untuk terus bisa saling bersinergi baik satu dengan yang lain dan terus berbuat baik kepada siapapun. Khususnya kepada orang-orang yang membutuhkan uluran tangan.

“Karena itu, kita butuh orang lain untuk bagaimana kita bisa saling bersinergi,” tutur wali Kota kelahiran Kediri ini.

Menurut Risma, percepatan pertumbuhan pembangunan di Kota Surabaya disebabkan oleh beberapa faktor. Utamanya karena adanya faktor sinergi satu sama lain.

Atas pertimbangan itu, lanjutnya, ia berpesan kepada para pejabat yang baru saja dilantik, agar mereka bisa saling bersinergi untuk mewujudkan Kota Surabaya menjadi lebih baik.

“Mari kita bersinergi untuk membangun Surabaya yang lebih baik lagi,” sambungnya.

Disampaikannya, bahwa rotasi-mutasi pejabat ini dilakukan juga karena adanya beberapa organisasi yang diminta dibatalkan oleh provinsi. Dengan adanya sekolah SMA dan SMK diambil alih oleh provinsi, maka dari itu dirinya melakukan rotasi pejabat tersebut.

“Saya berharap mari kita bergotong royong, bersinergi bersama-sama untuk Surabaya lebih baik lagi,” tandasnya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *