Advokad PS Laporkan Balik EDS ke Polda Jatim

oleh
Kuasa hukum PS saat melaporkan EDS ke Polda Jatim.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Kasus dugaan pemerkosaan yang menyeret advokat PS memasuki babak baru. Lantaran tidak terima dengan tuduhan tersebut, advokat PS balik pelapor EDS (22) tahun ke Polda Jatim.

Kuasa Hukum PS, Hermawan Benhard mengatakan melaporkan balik EDS, baik secara pidana maupun perdata. Laporan pidana dilakukan di Polda Jatim dengan Laporan Polisi LPB / 463 / VI / 2019 / UM / SPKT / JATIM. atas dugaan pencemaran nama baik dan laporan palsu, 1 Juni 2019.

Selain itu, EDS juga digugat secara perdata ke Pengadilan Negeri Surabaya, gugatan terdaftar dengan nomer perkara no.563 / pdt / 2019 / PN SBY (10/6).

“Kami sudah melaporkan, baik perdata maupun pidana. Perdata kita sudah laporkan ke Pengadilan Negeri Surabaya karena telah terjadi perbuatan melawan hukum,” ucap Manurung, Rabu (19/6/2019).

Dalam gugatan perdata, pihak PS mengaku mengalami kerugian immaterial dan material. Untuk kerugian immaterial diperhitungkan sebesar Rp 1 miliar.

“Telah terjadi keresahan dalam keluarga, pembunuhan karakter dan rasa malu luar biasa atas tuduhan itu. Klien kami juga menjabat ketua di organisasi pengacara, ” ucap Manurung yang mengaku juga mengugat salah satu media online.

Ditambahkan Manurung, dari hasil olah TKP yang dilakukan pihak Polretabes dan hasil visum, diyakini tidak ada perbuatan pemerkosaan seperti yang dituduhkan.

“Dari olah TKP banyak yang tidak sesuai dengan yang diceritakan korban dan beberapa juga tidak masuk akal, seperti posisi duduk saat pemerkosaan itu dilakukan dan tidak ada ancaman maupun teriakan,” ujarnya.

Seperti diketahui, sebelumnya korban EDS didampingi orang tuanya dan kuasa hukum, Abdul Malik meceritakan peristiwa pemerkosaan yang dilakukan PS di kantornya, kawasan Pandigiling Surabaya kepada media.

Dalam ceritanya, disebutkan PS telah melakukan pemerkosaan di ruang kerja. Selain takut adanya pistol yang pernah dilihat di meja juga tak bisa melawan karena PS bertubuh lebih besar.

Bahkan pada Rabu (29/5) sekira pukul 18.15 WIB, EDS mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Surabaya untuk melaporkan Parlindungan ke polisi dengan tuduhan perkosaan. Perempuan asal Girilaya Surabaya itu didampingi kuasa hukumnya, Abdul Malik.

Menurut EDS, kejadian yang menimpanya tersebut bermula pada 26 Mei 2019 lalu. Tempat kejadiannya di Jalan Pandegiling. Saat itu, EDS tidak kuasa melawan karena PS menindihnya di sofa seusai dirinya mandi sore hari.

“Dia (PS) merobek paksa baju saya. Saya tidak bisa teriak karena dibungkam,” kata EDS.

Namun, keterangan EDS itu langsung dibantah Benhard. Dengan tegas Benhard menyatakan bahwa, di kantor tersebut, tidak mungkin ada pemerkosaan. Pasalnya, ruangan kantor terbuka dan bisa dilihat orang disekelilingnya. Ini karena pintu ruangan tersebut tertutup dengan kaca, bukan dengan rolling door.

“Klien saya tidak punya pistol seperti yang dituduhkan. Kabarnya pistol itu disimpan di laci. Padahal, laci klien saya tidak pernah terkunci karena penuh dengan peralatan kantor,” pungkas Benhard. (Ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.