Ahok Klaim Dapat Dukungan Megawati dan Setya Novanto

ahok mega setnovGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok yang bakal mencalonkan diri lagi dalam Pilkada DKI Jakarta mengklaim sudah mengantongi dukungan dari pucuk pimpinan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri sekaligus dukungan dari Ketum Golkar, Setya Novanto.

“PDIP sama Megawati juga oke. Tapi secara partai kan ada mekanismenya,” kata Ahok di Gedung Balaikota DKI, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (23/5/2016).

Ahok pun menegaskan, dirinya dengan PDIP memiliki hubungan kedekatan yang baik secara personal. Ada sejarah yang membuat Ahok merasa dekat dengan PDIP.

“Sekarang masih teman banget. Kan saya sudah bilang, saya sama PDIP itu hubungannya itu hubungan pribadi, bukan partai. Saya enggak pernah masuk PDIP. Dari pertama kali, dari tahun 1992, saat saya mulai kerja, itu memang kita dukung PDI. Sampai terjadilah keributan di kantor PDI. Kami pun bentuk posko untuk PDI. Jadi hubungannya dekat. Lalu tahun 1999 ditawari anggota PDI. Tapi saya nggak tertarik politik saat itu,” kata Ahok.

“Jadi hubungannya dekat. Bahkan tahun 1997-1999 saya ditawari jadi anggota DPR RI dari Belitung sebenarnya. Dulu kan masih sistem perwilayah. Tapi waktu itu kan saya nggak terlalu tertarik politik,” tambahnya.

Selain itu, Ahok juga mengaku sudah bertemu dengan Ketum Golkar, Setya Novanto. Pertemuan berlangsung Sabtu (21/5/2016). Ahok mengatakan itu adalah pertemuan biasa.

“Baik-baik saja. Teman-teman kumpul. Kalau teman-teman secara pribadi dari dulu sudah dukung. Yang Anak Muda (Golkar) datang berapa kali dukung kok. Tapi partai kan mesti ada proses,” kata Ahok.

Lalu, apakah pertemuan dengan Setya Novanto itu sebagai bentuk dukungan dari Golkar?

“Ya secara pribadi pasti dukung. Saya pun kaya teman lama. Dia buat desertasinya saja tentang saya kok. Secara pribadi (Setya Novanto) ya dukung,” kata Ahok.

Ahok juga mengatakan, saat pertemuan bersama Setya Novanto DKK itu, dirinya memang mendapat dorongan untuk maju.

“Kita mah enggak tawar-menawar. Duduk makan, langsung aja itu teman-teman Golkar bilang. Langsung saja maju lah. Pasti tar kita dukung. Tapi kan partai kan beda,” katanya.(dtc/ziz)