Airlangga Sembrono, Kipasi Api dalam Sekam di Tubuh Golkar

oleh
Airlangga Hartarto.

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Langkah Airlangga Hartarto merotasi posisi Wakil Ketua MPR RI dinilai sebagai langkah sembrono sekaligus ngipas-kipasi api dalam sekam yang siap membara di tubuh Partai Golkar.

Penilaian itu disampaikan Direktur Eksekutif Media, Rico Marbun. Menurutnya, manuver Airlangga yang sembrono ini akan menimbulkan konflik internal baru di tubuh Golkar.

“Jika dilakukan secara serampangan, langkah Airlangga hanya akan membangkitkan konflik lama dalam tubuh Golkar beberapa tahun belakangan,” ucap Rico.

Rico juga menyebut, Airlangga Hartarto sedang membersihkan para loyalis Setya Novanto.

“Jadi memang penggeseran Pak Mahyudin di posisi wakil ketua MPR dan beberapa waktu lalu ketua fraksi Robert J Kardinal, sulit untuk dibaca hanya sebagai rotasi biasa,” kata Rico.

(Baca Juga: Golkar Bergolak, Mahyudin Ngamuk Posisinya di MPR Didongkel Titiek Soeharto)

Rico mengingatkan, kursi ketua DPR yang kini diisi oleh Bambang Soesatyo (Bamsoet) juga tak terlepas dari cara Airlangga untuk mengamankan posisi jabatan strategis. Bamsoet pun dinilai sebagai ‘orangnya’ Airlangga.

Bila tak bermanuver mengisi posisi penting dengan menempatkan loyalisnya, Airlangga dinilai bisa ‘pincang’ di parlemen. Untuk itu Airlangga pun disebut Rico bergerak dengan melakukan pencopotan terhadap loyalis Novanto.

“Dua tokoh itu jelas lebih dekat ke ketum lama, Pak Novanto. Jadi wajar seiring waktu langkah taktis dari ketum baru mengganti ketua fraksi dan bahkan lebih jauh lagi berusaha mengganti wakil ketua MPR,” tuturnya.

Rico menilai, Golkar akan kembali terseret dalam perpecahan bila Mahyudin terus melakukan perlawanan. Dikhawatirkan nantinya Golkar akan mengalami konflik-konflik seperti yang terjadi di PKS dan PPP. Ini disebut bisa berdampak pada Pemilu 2019.

“Melihat pileg sudah di depan mata, apakah Golkar punya kesiapan mengahadapi babak baru konflik internal?” tukas Rico.

Golkar diminta waspada mengingat saat ini banyak partai baru yang menjadi peserta Pemilu 2019. Apalagi ada Partai Berkarya besutan Hutomo Mandala Putra (Tommy Soeharto) yang memiliki nafas serupa dengan Golkar.

“Partai-partai baru bermunculan seperti partai Berkarya, yang punya irisan sejarah dengan Golkar dan siap mengambil keuntungan dari pecahnya konflik internal Golkar?” urai dia.(dtc/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *