Akhirnya, FIFA Cabut Sanski Persepakbolaan Indonesia

logo fifaGLOBALINDO.CO, JAKARTA – Federasi sepak bola dunia (FIFA) secara resmi mencabut sanksi untuk sepak bola Indonesia pada awal pelaksanaan Kongres FIFA di Meksiko.

“Dewan FIFA hari ini memutuskan untuk mencabut penangguhan dari Indonesia,” tulis federasi sepak bola dunia dalam akun media sosialnya.

Pencabutan sanksi Indonesia oleh FIFA sebenarnya sudah diprediksi sebelumnya setelah pemerintah Indonesia dalam hal ini Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mengirimkan surat secara resmi terkait pencabutan pembekuan PSSI.

Pencabutan pembekuan PSSI yang dilakukan sejak 17 April 2015 oleh pemerintah pada Selasa (10/5/2016) merupakan syarat utama bagi Indonesia agar terbebas dari sanksi FIFA yang diturunkan sejak 30 Mei 2015.

Dengan adanya pencabutan sanksi dari FIFA, sepak bola Indonesia bisa dipastikan tidak dikucilkan lagi dari kancah internasional. Karena selama menjalani sanksi, aktivitas internasional sepak bola Tanah Air terhenti.

Timnas Indonesia dari beberapa lapisan dipastikan akan kembali aktif. Apalagi, Indonesia akan menghadapi beberapa kejuaraan internasional diantaranya akan turun di Asian Youth Games 2017, SEA Games 2017 hingga persiapan menghadapi Asian Games 2018 di Jakarta dan Palembang.

Sementara itu, Kementerian Pemuda dan Olahraga menyambut gembira pencabutan sanksi FIFA bagi persepakbolaan nasional yang diputuskan pada Kongres FIFA, di Mexico, Jumat malam waktu Indonesia (13/5/2016).

“Pemerintah tentu saja menyambut gembira, dan berharap keputusan itu dapat mendorong persepakbolaan nasional lebih baik khususnya dari aspek pembenahan tata kelola organisasi, pembinaan usia diri serta transparansi,” kata Kepala Komunikasi Publik Kementerian Pemuda dan Olahraga, Gatot S Dewa Broto, di Jakarta, Sabtu (14/5/2016).

Tidak hanya pembenahan tata kelola organisasi, dia berharap pencabutan sanksi FIFA itu mampu memperbaiki hubungan semua pemangku kepentingan terkait persepakbolaan nasional.

Menurut dia, pencabutan sanksi FIFA ini terjadi tidak lepas dari kondusifnya hubungan Indonesia dengan federasi sepak bola dunia yang dipimpin Gianni Infantino itu. Bahkan komunikasi yang dibangun berjalan dengan baik termasuk pengiriman delegasi Indonesia ke FIFA.

Sebelumnya, dengan membawa agenda jelas, dua delegasi Indonesia yaitu Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir, dan Ketua Tim ad-hoc Reformasi PSSI, Agum Gumelar, akhirnya bisa diterima FIFA, di Swiss, 26 April dengan agenda utama menjelaskan permasalahan sepak bola nasional.

“Tentu saja keputusan FIFA terhadap Indonesia ini tidak lepas juga dari kontribusi positif PSSI melalui delegasinya yang menghadiri Kongres FIFA di Mexico untuk memperjuangkan masalah ini,” kata Broto.

Dengan adanya pencabutan sanksi FIFA bisa dipastikan Indonesia tidak lagi dikucilkan dalam persepakbolaan internasional.

Apalagi Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Youth Games 2017 dan Asian Games 2018 yang salah satu olahraga yang dipertandingkan adalah sepak bola.(ara/ziz)