Akibat Salah Pergaulan, Pelajar di Surabaya Divonis 10 Bulan Penjara

oleh
Ilustrasi.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Apes betul nasib yang dialami ARM. Akibat pergaulan bebas, remaja berusia 16 tahun terancam mendekam di penjara selama 19 bulan.

Pelajar yang tinggal di Perumda Penjaringansari, divonis hukuman 10 bulan setelah terbukti memiliki ganja 0,865 gram. Ada dua pertimbangan yang dijadikan dasar majelis hakim dalam menjatuhkan vonis.

Pertimbangan meringankan, terdakwa merupakan korban dari pergaulan yang menjerumuskan ARM ke dalam dunia narkoba. Kemudian, selama persidangan, korban berterung terang dihadapan majelis dan sekaligus mengakui perbuatannya. Disisi lain, korban juga masih berstatus pelajar.

Sementara pertimbangan memberatkan, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam pemberantasan narkoba. “Menyatakan terdakwa bersalah dan menjatuhkan vonis 10 bulan penjara,” kata Ketua majelis hakim, Cokorda, Kamis (1/11/2018).

Vonis tersebut lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Suparlan Hadiyanto yang meminta agar terdakwa dihukum satu tahun penjara. Meski divonis lebih ringan dari tuntutan, Suparlan Hadiyanto mengaku menerima putusan tersebut.

“Semua prosedur dan proses persidangan sudah sesuai dengan sistem peradilan anak. Saat sidang juga dihadiri oleh orang tua terdakwa, pihak bapas (balai pemasyarakatan) dan pengacara,” katanya.

Perkara ini bermula saat ARM datang ke rumahnya Mohammad Shobirin (20) dan Aldi (19) di kamar kos daerah jalan Medokan Ayu Utara Surabaya, Rabu (26/9/2018) lalu. Setibanya di kamar kos Shobirin dan Aldi, ARM diminta oleh keduanya untuk melinting ganja. Rencananya, ganja itu akan dihisap bersama-sama. Belum sampai dihisap, ketiganya digerebek polisi.

Dalam kamar kos, polisi menemukan 10 paket sabu seberat 4,18 gram beserta alat hisap dan timbangan elektrik. Selain itu ditemukan pekatan ganja berat 287,77.

Barang haram tersebut diakui milik Shobirin. Akibat perbuatannya, ARM dijerat Pasal 111 ayat (1) jo Pasal 132 ayat 1 UU Narkotika. (ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *