Aktifis 98 Deklarasikan Maju Jadi Calon Wali Kota Surabaya Lewat Jalur Independen

oleh
M. Sholeh saat memberikan sambutan dalam acara deklarasi calon Wali Kota Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Jelang Pemilihan Wali Kota Surabaya, sejumlah calon mulai bermunculan. Terbaru, muncul nama M. Sholeh yang secara resmi menyatakan maju melalui jalur independen.

Sholeh menuturkan, dipilihnya jalur independen bukan tanpa alasan. Jalur tersebut dipilih karena dirinya ingin melibatkan dan lebih dekat dengan masyarakat.

“Kami sejak awal ingin melibatkan masyarakat dengan adanya dukungan KTP ini,” ujar M. Sholeh saat acara deklarasi Cawali Surabaya di salah satu kafe di Surabaya, Kamis (4/7/2019).

Meski memilih melalui jalur independen Sholeh, mengaku dirinya bukan anti terhadap partai politik. Cara itu merupakan pengobatan jika pada Pilkada Surabaya 2015 banyak partai tapi tidak mengajukan calon.

Akibatnya pasangan Cawali-Cawawali Surabaya, Tri Rismaharini dan Whisnu Sakti Buana yang diusung PDI Perjuangan menjadi calon tunggal. Baru setelah dibuka pendaftaran lagi, Partai Demokrat dan Partai Amanat Nasional yang awalnya tidak mengajukan calon, akhirnya mengusung Rasio-Lucy.

Selain itu, lanjut dia, maju melalui jalur partai tidak semudah yang dibayangkan. Ia mengingatkan siapapun calon yang mau pencitraan lewat partai agar tidak kecewa kalau nantinya tidak dapat rekomendasi partai.

“Saya tidak ngomong ada uang, lebih baik independen karena lebih mudah, yang penting KTP terpenuhi,” katanya.

Sholeh mencontohkan, jika dirinya maju melalui Partai Gerindra yang mendapat lima kursi di DPRD Surabaya, tentunya tidak bisa karena syarat maju Pilkada harus 10 kursi, sehingga harus koalisi dengan partai lain agar mendapatkan lima kursi lagi.

Untuk mendapatkan lima kursi lagi salah satunya dengan melakukan koalisi dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang memiliki empat kursi. Itupun masih kurang satu kursi.

“Jadi kalau tidak siap sekian, ya, tidak jadi. Itu fakta, saya tidak ngomong soal uang. Saya juga tidak antipati terhadap partai,” tegas lawyer yang namanya cukup beken di Surabaya ini.

Untuk itu, lanjut dia, pihaknya berharap agar jangan sampai pesta demokrasi lima tahunan itu dibuat permainan partai politik. Caranya dengan memutuskan melalui jalur independen seperti yang ia lakukan.

“Indepen ini paling pas sebagai kendaraan antara calon dengan masyarakat. Ini tidak bisa dibuat mainan lagi,” imbuh Sholeh.

Ditanya program apa saja yang akan dibawa saat pencalonan, Sholeh mengatakan saat ini pihaknya tidak bicara soal program dulu karena saat ini masih proses bagaimana memgumpulkan KTP.

“Kalau ngomong program, koruptor pun kalau mencalonkan diri pasti programnya bagus. Tapi rekam jejaknya jauh lebih utama,” tandasnya.

Dalam kesempatan itu, Sholeh menyebutkan pihaknya menargetkan 135 ribu kartu tanda penduduk sebagai salah satu persyaratan pencalonan cawali independen di Pilkada Surabaya 2020.

“Targetnya 135 ribu terpenuhi, dalam waktu empat bulan. Setelah deklarasi ini langsung gas pol, mulai bekerja mengumpulkan KTP,” pungkas M. Sholeh. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.