Akui Bukan Peserta Lelang, Eduard Rudi di “Belejeti” Hakim

oleh
Eduard Rudi saat menjalani persidangan di PN Surabaya.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Ketua Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Kongres Advokat Indonesia (KAI), Versi Indra Sahnun Lubis (ILS) Surabaya kembali dihadirkan sebagai terdakwa dalam kasus dugaan penipuan dan penggelapan uang senilai Rp 3,9 miliar.

Pantauan selama sidang berlangsung, pada agenda pemeriksaan yang diketua Maxi Sigarlaxi, terdakwa Eduard Rudi Suharto memberikan keterangan yang berbelit-belit.

Eduard Rudi memberikan keterangan yang berbelit-belit saat dicecar pertanyaan oleh hakim Maxi soal peraturan perjanjian jual beli barang lelang yang objeknya belum jelas.

Menurut Maxi, sebagai seorang pengacara mestinya Eduard Rudi harus paham, bahwa peraturan dalam perjanjian jual beli semua syarat harus terpenuhi.

“Anda kan sebagai pengacara. Anda paham bahwa perjanjian jual beli harus jelas objeknya.¬† Ini kan obyek belum jelas, dan obyek tersebut masih digantungkan dalam suatu syarat. Padahal menurut peraturan jual beli semua syarat harus terpenuhi,” Cecar hakim Maxi.

Mengacu KUHPerdata tepatnya pasal 1320 soal peraturan jual beli, di sana disebutkan syarat subyektif harus dipenuhi berkenaan dengan subyek perjanjian.¬†Konsekuensi apabila tidak terpenuhinya salah satu dari syarat subyektif ini adalah bahwa kontrak tersebut ‘dapat dibatalkan’ atau ‘dimintakan batal’ oleh salah satu pihak yang berkepentingan.

Pada keterangan terdakwa Eduard Rudi Suharto lebih lanjut, jika pada saat membuat kesepakatan dengan pelapor yakni Dian Sanjaya terkait kepengurusan dan mengupayakan pembelian  rumah lelang di kawasan Pakuwon Indah senilai Rp 3,9 miliar.

Dian Sanjaya melalui saksi Rosita (bagian keuangan) telah membayar atas sebuah perjanjian jual beli lelang Rp. 3,9 miliar yang telah diterima oleh terdakwa Eduard Rudi.

Namun, uang yang ditransfer sebanyak lima kali tersebut, ‘kesannya’ digunakan untuk pembayaran pada obyek yang dijanjikan oleh terdakwa dan belum jelas serta masih digantungkan.

Tak hanya itu, terdakwa Eduard Rudi beberapa kali menyampaikan bahwa terkait perjanjian jual beli masuk dalam peraturan perjanjian mengupayakan.

“Sudah saya sampaikan itu upaya untuk memenangkan lelang. Bagi saya itu termasuk perjanjian upaya,” jawab Eduard Rudi.

Bahkan terdakwa Eduard Rudi mengaku bukan merupakan peserta lelang. Peserta lelang sebenarnya saudara Bagus.

“Saya bukan peserta lelang. Peserta lelang saudara Bagus, dari bocoran dia harga rumah sekitar 3,9 miliar sampai 5 miliar. Saat itu Bagus belum menjadi peserta lelang, karena obyek lelangnya bulan November,” tukas Rudi

Seperti pernah diberitakan, Eduard Rudi tersandung kasus hukum atas laporan Dian Sanjaya. Semula saksi Dian berkeinginan membeli rumah lelang senilai Rp 3,9 miliar yang berada dikawasan Pakuwon Indah, Surabaya.

Korban lantas menggunakan jasa Eduard Rudi yg dikenalnya sebagai pengacara. Namun dengan uang yang sudah dikirim dan waktu 120 hari sesuai kesepakatan, rumah tersebut tidak berhasil dibeli.

Parahnya uang yang sudah terlanjur ditransfer tidak jelas peruntukanya. Bahkan sampai kasus ini masuk kepersidangan, terdakwa Eduard Rudi sudah membayar Rp 3,59 miliar dan masih menyisakan Rp 310 juta yang seharusnya wajib dibayarkan kepada saksi korban, Dian Sanjaya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *