Alexis Ternyata Masih Urus Perpanjangan Izin, Anies Menunggu

oleh
Hotel Alexis di Jakarta Utara dan lantai 7 yang menyimpan surga dunia bagi penikmat wahana libido resmi dilarang beroprasi sejak Jumat 27 Oktober lalu.
Hotel Alexis di Jakarta Utara dan lantai 7 yang menyimpan surga dunia bagi penikmat wahana libidinal resmi dilarang beroperasi sejak Jumat 27 Oktober lalu.

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Penutupan Hotel dan Griya Pijat Alexis di Jakarta Utara masih menyisakan teka-teki. Pasalnya, manajemen hotel yang disebut-sebut menjadi tempat prostitusi terselubung di ibukota itu dalam proses pengurusan izin usaha pariwisata di Pemprov DKI.

Gubernur DKI, Anies Baswedan menegaskan, Hotel Alexis memeang belum mengantongi izin dan Tanda Daftar Usaha Pariwisata (TDUP). Karena itu, sesuai dengan janji kampanye, Anies menutup hotel tersebut.

“Kami tegas. Kami tidak menginginkan Jakarta menjadi kota yang membiarkan praktik prostitusi. Karena itu, saya mengambil keputusan untuk tidak meneruskan izin usaha Alexis,” katanya di Balai Kota DKI, Senin (30/10).

Untuk tindak lanjut penutupan Hotel Alexis, Anies mengatakan akan memantau tempat hiburan itu setelah keputusannya dikeluarkan.

“Nanti kami akan pantau karena mereka harus menaati keputusan. Mereka harus menati ketentuan dan kami memiliki aparat untuk menegakkan peraturan,” ujar Anies.

Anies mengaku belum berkomunikasi dengan pemilik dan pengelola tempat hiburan tersebut. Anies mengatakan akan melihat reaksi mereka terlebih dahulu.

Namun, Anies mengatakan posisinya jelas untuk menolak praktik prostitusi di ibu kota. Adapun dasar pencabutan izinnya adalah laporan masyarakat dan pemberitaan media.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Pemprov DKI Jakarta Tinia Budiarti tidak tahu menahu soal penutupan Alexis. Ia justru baru mengetahui penghentian izin operasional Hotel Alexis Jakarta Utara dari berita di media massa.

“(Masalah) perizinan itu di Dinas PMTPSP (Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu). Aku kebetulan baru baca,” ujar Tinia kepada wartawan, Senin (30/10).

Tinia juga mengaku tidak tahu bahwa masa perizinan hotel yang terletak di Jakarta Utara itu telah habis sejak Agustus 2017. Dia belum bisa memastikan apakah operasional Hotel Alexis selama September hingga Oktober tersebut, legal atau tidak.

“Soal pengawasan antara bulan Agustus, September, Oktober. Saya juga mau cek juga kenapa bisa terlambat,” katanya.

Tinia mengatakan, kemungkinan selama ini Alexis di bawah bendera PT Grand Ancol Hotel itu beroperasi karena permohonan perpanjangan izin usaha terlambat.

“Mungkin sudah urus tapi enggak keluar-keluar. Enggak keluar, enggak bisa langsung tutup. Makanya saya akan cek dulu, ya,” ucapnya.

Permohonan TDUP Hotel Alexis diajukan melalui aplikasi online ke Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pntu (DPMPTSP). Keputusan tak perpanjang izin Hotel Alexis berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2013, Perda Nomor 1 Tahun 2014, Peraturan Menteri Pariwisata Nomor 18 Tahun 2016, Perda Nomor 2015, dan Peraturan Gubernur Nomo 113 tentang pendaftaran usaha pariwisata. (bs/mun)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *