Alfian Tanjung Dijebloskan ke Lapas Porong

oleh
Alfian Tanjung saat turun dari mobil kejaksaan.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Terdakwa kasus penistaan agama, Alfian Tanjung hari ini dieksekusi oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjung Perak, Senin (11/6/2018). Selanjutnya, Alfian Tanjung akan dijebloskan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Porong.

Dalam eksekusi pagi tadi, Alfian Tanjung dijemput di rumahnya yang berada di Jakarta oleh jaksa eksekutor Kejagung dan Kejari Tanjung Perak dengan pengawalan ketat dari Mako Brimob Kelapa Dua. Alfian dibawa ke Surabaya dengan naik pesawat melalui Bandara Soekarno Hatta pada pukul 05.00 WIB.

Dari informasi yang dihimpun, Dosen
Universitas Muhamadiyah Prof Hamka ini tiba di Badara Juanda Surabaya sekitar pukul 06.05 WIB. Selanjutnya, menjalani pemeriksaan administrasi di Ditreskrimum Unit Jatanras Polda Jatim.

Usai menjalani pemeriksaan, sekitar pukul 09.45, Alfian Tanjung dibawa menuju Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Surabaya di Porong, Sidoarjo dan tiba di Lapas Porong sekitar 10.00 WIB.

Eksekusi Alfian Tanjung ke Lapas Porong ini dipimpin langsung oleh Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady,SH.,MH, dengan disaksikan Kapolres Sidoarjo.

“Kasasinya ditolak MA, dan menguatkan putusan PN Surabaya, karena itu kami lakukan eksekusi ini,” kata Kajari Tanjung Perak, Rachmad Supriady pada awak media.

Sementara Alfian Tanjung yang tidak didampingi tim penasehat hukumnya saat dieksekusi mengaku akan mengajukan upaya Peninjauan Kembali (PK).

“Habis lebaran saya akan ajukan PK,”pungkas Alfian Tanjung.

Seperti diketahui, dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Alfian Tanjung divonis 2 tahun penjara oleh majelis hakim. Pria yang akrab disapa Ustad ini divonis bersalah melakukan penistaan agama saat mengisi ceramah di masjid Mujahidin, Perak Surabaya.

Alfian dinyatakan terbukti bersalah melanggar pasal156 KUHP atau Pasal 16 juncto Pasal 4 huruf b butir 2 UU RI Nomor 40 Tahun 2008 tentang Penghapusan Ras dan Etnis.

Tak terima dengan putusan itu, Alfian Tanjung pun langsung mengambil langkah hukum. Tapi upaya hukum ke tingkat banding di Pengadilan Tinggi (PT) Jatim, dan Kasasi di Mahkamah Agung (MA) justru ditolak dan menguatkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Surabaya.

Kasus penistaan agama ini dilaporkan oleh seorang warga Surabaya, Jawa Timur, bernama Sujatmiko lantaran memberikan ceramah dengan materi tentang Partai Komunis Indonesia (PKI). (ady/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *