‘Amankan’ Kasus Pasar Turi, Henry Sewa Yusril

by
Terdakwa Henry J Gunawan kini didampingi pengacara Yusril Ihza Mahendra dalam kasus penipuan ribuan pedagang Pasar Turi.
Terdakwa Henry J Gunawan kini didampingi pengacara Yusril Ihza Mahendra dalam kasus penipuan ribuan pedagang Pasar Turi.

 

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Bos PT Gala Bumi Perkasa (PT GBP), Henry J Gunawan, melakukan segala upaya agar bisa lolos dari dakwaan ketika dalam kondisi terpojok menghadapi dua kasus penipuan –Pedagang Pasar Turi dan jual beli lahan-, termasuk dengan menyewa advokat kondang, Yusril Ihza Mahendra, sebagai pengacara.

Terkait kasus penipuan pedagang Pasar Turi, Henry melalui Yusril dalam eksepsinya menegaskan bahwa perkara tersebut bukanlah delik pidana, melainkan perdata.

“Ini kasus perdata,” terang Yusril saat membacakan eksepsinya di ruang sidang Cakra, Pengadilan Negeri (PN) Surabaya, Kamis (14/12).

Persidangan kasus ini akan kembali digelar satu pekan mendatang dengan agenda jawaban dari jaksa penuntut umum atas eksepsi terdakwa.

“Sidang ditunda satu minggu,” ucap Hakim Rohmat sembari mengetukan palu sebagai pertanda berahkirnya persidangan.

Usai persidangan, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Harwaedi menjelaskan, jika eksepsi yang diajukan terdakwa Henry melalui tim penasehat hukumnya malah menguntungkan pihaknya. “Karena eksepsinya sudah masuk ke materi pokok perkaranya dan saya kira harus ditolak,”kata Jaksa Harwaedi.

Seperti diketahui, Henry dilaporkan telah melakukan tindak pidana penipuan dan menilep duit dari ribuan pedagang Pasar Turi. Kasus ini terjadi saat Henry menjadi investor pembangunan stan pedagang pasar legendaris itu. (Baca:Henry J Gunawan Didakwa Gelapkan Duit Pedagang Pasar Turi).

Dari jumlah 3.600 pedagang yang merasa ditipu, hanya 19 orang yang  melaporkan kasus ini dengan total kerugian Rp 1.013. 944.000. Modusnya, Henry memungut biaya kepada para pedagang dengan dalih untuk mengeluarkan sertifikat hak milik atas kios.

Oleh Jaksa, Henry didakwa dengan pasal berlapis, Perbuatan Mantan Ketua REI  Periode 2008-2011 ini  dianggap melanggar pasal 378 KUHP tentang penipuan dan pasal 372 tentang penggelapan. (ady)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *