Amerika Diserang Wabah Bakteri Salmonella dalam Telur

oleh
Ilustrasi

GLOBALINDO.CO, WASHINGTON DC – Amerika Serikat kini menghadapi serangan wabah bakteri salmonella yang mendekam dalam telur. Bakteri ini bisa berakibat fatal jika dikonsumsi. Untuk itu, Badan Pengawas Makanan dan Obat Amerika Serikat (FDA) telah menarik lebih dari 200 juta butir telur dari pasaran, setelah 22 orang dilaporkan sakit usai mengonsumsi telur ayam.

Perusahaan Rose Acre Farms di Seymour, Indiana, secara sukarela menarik 206,7 juta butir telur untuk menanggapi kemungkinan adanya bakteri salmonella di dalam telur.

FDA mengumumkan telur-telur yang dikhawatirkan mengandung bakteri salmonella dari peternakan di Hyde County, Carolina Utara itu telah tersebar di 9 negara bagian.

Peternakan tersebut memproduksi sekitar 2,3 juta telur per hari dengan 3 juta ayam betina.

(Baca Juga: Awas, Sabun dan Kosmetik Berparaben Turunkan Kualitas Sperma)

“Konsumen yang membeli telur ini seharusnya tidak mengonsumsinya. Buang saja atau kembalikan ke toko untuk meminta pengembalian uang,” kicau komisioner FDA Scott Gottlieb di Twitter, Senin (16/4/2018).

FDA juga meminta telur dari dengan merek seperti Country Daybreak, Coburn Farms, Crystal Farms, dan sebagainya untuk menarik telur-telur di pasaran. Salmonella dapat menyebabkan infeksi serius yang terkadang berakhir fatal, terutama kepada anak-anak, orang tua, dan orang dengan sistem imun lemah.

Bakteri ini biasanya mengontaminasi unggas, daging, telur, dan air, sehingga menyebabkan demam, diare, mual, muntah dan sakit perut pada manusia.

Ayam harus lolos uji bakteri sebelum bertelur, sebab telur keluar dari ayam betina melalui saluran yang sama dengan keluarnya feses. Hal itu memungkinkan bakteri yang berada dalam ovarium dapat memengaruhi telur sebelum cangkang terbentuk. Pada 2010, wabah salmonella menjangkit ratusan orang sehingga lebih sari setengah miliar butir telur ditarik dari pasaran.(kcm/ziz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *