Anak Penderita Gizi Buruk di Surabaya Dirawat Secara Intensif di RSUD dr Soewndhie

oleh
Anggota Komisi D DPRD Surabaya, Reni Astuti.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Anak dengan dugaan gizi buruk di Surabaya, ADS (10) akhirnya mendapatkan perawatan medis. Putra dari pasangan Eko Basuki dan Alfiyahtus Djupriyah itu dirawat secara intensif di RSUD dr Soewandhie.

Anggota Komisi D (pendidikan dan kesra) DPRD Surabaya, Reni Astuti yang siang tadi menjenguk ADS di rumah sakit menuturkan, jika secara kasat mata kondisi ADS bisa dibilang baik-baik saja.

“Jadi tadi sekitar jam 1 siang saya menjenguk ADS. Secara kasat mata baik-baik saja kecuali tubuhnya yang memang nampak sakit,” ujar Reni Astuti, Selasa (31/7/2018).

Reni menjelaskan, nampak baik yang ia maksud adalah soal kecerdasan ADS. Bahkan saat dirinya mengajak berhitung, ADS juga mampu melakukanya dengan baik.

“Saya ajak ngobrol juga normal. Bahkan sempat mengungkapkan bahwa Ia bercita-cita sebagai polisi,” terangnya.

Dalam kesempata itu, Reni juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang langsung merespon dengan cepat sehingga ADS bisa dengan cepat mendapat perawatan secara intensif. Terkait dugaan gizi buruk, politisi PKS ini mengaku akan menunggu diagnosa dari pihak dokter.

“Tapi sementara, informasi yang saya dapatkan memang gizi buruk,” imbuh Reni.

Sebagai informasi, ADS sudah selama 2 tahun ini menghabiskan waktunya di tempat tidur dan duduk di kamar kos yang berada di Jalan Kedung Baruk-Surabaya.

Eko Basuki selaku sang Ayah menceritakan penyakit gizi buruk yang diderita anaknya ini berawal dari demam tinggi yang dirasakan Aldi saat usia 7 tahun. Kemudian ia memeriksakannya ke dokter namun demamnya tak turun dan Aldi tak kunjung sembuh.

“Dulu dari lahir sampai usia 3,5 tahun Aldi ini baru bisa jalan kaki, setelah itu jalannya nggak normal seperti anak lain pada umumnya namun tidak ada indikasi apapun,” beber Eko. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.