Anak Pengidap Sex Addict di Surabaya Diberi Obat Penurun Libido

oleh
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya, Febria Rachmanita.

GLOBALINDO.CO, SURABAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, mengambil langkah cepat pasca ditemukannya anak berusia delapan tahun dengan kelainan sex addict atau kecanduan seks di Tambak Wedi, Kecamatan Kenjeran.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Febria Rachmanita menuturkan, pihaknya sudah mendatangkan psikiater untuk bertemu dengan YK. Ke depan bukan tidak mungkin YK akan dikenakan hypnotherapy.

“Kami sudah mendatangkan psikiater dan psikolog untuk melakukan pendampingan dan terapi pada anak tersebut,” ujar Febria Rachmanita, Rabu (17/1/2018).

Agar kasus serupa tidak kembali terjadi, Febria Rachmanita mengaku akan mengintensifkan sosialisasi kepada masyarakat.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kota Surabaya Nanis Chairani, menambahkan langkah lain yang diambil adalah pemberian obat pada YK.

“Kini anak tersebut diberi obat untuk menurunkan libido,” kata Nanis.

Menurut Nanis, pemberian obat penurun libido diberikan agar tingkat libido pada anak bisa menurun. Sehingga kemungkinan melakukan perilaku menyimpang bisa ikut menurun.

Diberitakan sebelumnya, Pemerintah Kota (Pemkot) kembali menemukan kasus penderita sex addict. Anak berusia delapan tahun yang diberi inisial YK mengalami kecanduan seks setelah sebelumnya tumbuh besar di kawasan lokalisasi Dolly.

YK dititipkan oleh orang tua kandungnya ke sang nenek sampai tahun 2016 sebelum diambil kembali ke Tambak Wedi. Selama tinggal di Dolly itu, anak tersebut diajari hubungan layaknya suami istri oleh masyarakat di sana.

Dari penuturan ibu kandung, YK memiliki perilaku tidak senonoh yang tidak sepatutnya dilakukan oleh anak di bawah umur. Ironisnya, kecanduan seks yang dialami oleh YK juga diajarkan kepada ketiga adiknya. (bmb/gbi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *