Andi Narogong Bahas Uang Muka Lelang e-KTP di Rumah Novanto

Terdakwa kasus korupsi e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong menjalani sidang dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Kamsi (30/11).

 

GLOBALINDO.CO, JAKARTA – Terdakwa kasus korupsi proyek e-KTP Andi Agustinus alias Andi Narogong mengaku pernah melakukan pertemuan dengan Dirut PT Quadra Solution Anang Sugiana, dan Johannes Marliem di rumah Setya Novanto. Pertemuan pada November 2011 itu membahas uang muka pengadaan -EKTP dari Kemendagri yang belum diserahkan kepada pemenang lelang.

“Pak Paulus pada November 2011 mengundang saya, Anang, Marliem, undang ke rumah Novanto. Laporan kami rekanan tidak diberikan DP, Pak Novanto bilang ya sudah nanti saya kenalkan dengan teman saya, Pak Oka Masagung. Dia punya link perbankan,” kata Andi Narogong saat sidang perkara proyek e-KTP di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (30/11).

Pertemuan awal itu, menurut Andi, untuk membahas uang muka dari pemerintah melalui Kemendagri yang belum diterima oleh konsorsium yang menang lelang. Kemudian Dirut PT Sandipala Arthapura Paulus Tanos mengajak Andi menemui Setya Novanto.

Menurut Andi Narogong, saat itu Novanto mengatakan Made Oka Masagung mempunyai jaringan perkenalan di perbankan dan DPR. Pertemuan itu juga membahas pembagian fee kepada anggota DPR.

“Oka Masagung punya jaringan luas tentang perbankan. Lalu ke DPR pun bagikan fee, kata Pak Novanto kemudian konsorsium berjalan,” ucap Andi.

Pada bulan November, Andi mengatakan, saat itu dirinya diperkenalkan dengan Made Oka Masagung. Bahkan Made Oka Masagung yang akan mengurusi pembagian fee ke DPR.

Fee untuk DPR lewat Oka?” tanya hakim.

“Sekitar bulan November juga saya diundang ke kediaman Pak Novanto dengan Paulus Tanos. Waktu itu ada Oka Masagung, saya dikenalkan. Pak Paulus, ini Pak Oka Masagung, nanti dia yang akan urusi masalah fee ke DPR, juga urusi masalah modal ke perbankan,” jawab Andi. (dt/nad)